Protes Tim Fress Direspon Serius KPUD Kota

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Proses pelipatan Surat Suara di gudang Logistik KPU yang disinyalir tanpa disertai pengawasan dan dilakukan diluar jam kerja KPU, menuai aksi protes dari Tim Sukses Pasangan Firman Muntaco-Erick S Martio.

Aksi protes disampaikan dengan melayangkan surat nomor : 006/FRESS/VIII/2013, tanggal 1 September 2013 kepada KPU dan Panwaslu Kota Pontianak. Inti yang ingin disampaikan, meminta Panwaslu melakukan Investigasi dan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak penyelenggara, KPUDKPPS Pertanyakan Pemotongan Honor oleh KPUD KKR. Lanjut Baca ... ». Selain itu, mereka juga meminta dilakukan pemusnahan kertas suara tersebut, apabila telah terjadi kesalahan dalam prosedur, ataupun telah terjadi penyimpangan yang dilakukan. Kemudian tuntutan ketiga, sebelum protes dinyatakan kelar, tidak boleh ada aktifitas apapun digudang tempat penyimpangan logistik.

Menanggapi protes dan tuntutan tersebut, Ketua KPUD Pontianak, Joni Rudwin didampingi anggotanya secara gentle mengakui masih adanya kelemahan serta kekurangan KPUD secara kelembagaan. Kendati demikian, antisipasi tetap dilakukan. “Memang benar, malam, kondisi gudang Logistik masih terbuka, namun tetap dijaga oleh petugas piket dari bagian sekretariat KPUD dan anggota Polisi yang berpakaian preman,” ujar Joni. Senin (02/09/2013)

Ia mengungkapkan, kalau menurut jadwal, seharusnya pelipatan kertas surat suara dan pensortiran dokumen lainnya dimulai minggu (01/09) pagi  Pk. 08.00 Wib. “Namun karena faktor alam (hujan), akhirnya dimulai agak siang, sedangkan malam harinya, gudang logistik masih ada yang jaga,” terang Joni.

Dengan ada protes tersebut, kata dia, pihaknya menghentikan aktifitas pelipatan surat suara untuk sementara waktu, sambil menunggu hasil koordinasi dengan Panwaslu  dan penambahan personil kepolisian yang berseragam untuk menjaga gudang logistik tersebut. “KPUD akan mengevaluasi dan memperbaiki kinerja, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti penambahan Polisi berseragam dan bila perlu kunci gudang logistik dipegang oleh petugas kepolisian,” tandasnya.

Agung YB, anggota KPUD yang bertugas di gudang Logistik menambahkan, pelipatan surat surat yang dimulai minggu kemarin, melibatkan sekitar 80 orang dari masyarakat sipil untuk membantu proses pelipatan surat suara. Sebab, kata dia, KPUD menargetkan proses pelipatan dan penyortiran dokumen pada H-10 sudah bisa selesai. Supaya tidak menghambat proses pendistribusian surat suara ke tingkat PPK dan PPS.

“ Hari pertama pelipatan surat suara, hanya 60 orang yang datang karena kondisi hujan. Sedangkan mengenai gudang logistik, memang kondisi pintunya terbuka tidak kunci, karena masih ada penjaga didalam. Mungkin karena suhu panas, maka untuk mencari udara, makanya pintu dibuka oleh petugas piket,” kata Agung. Menurut dia, petugas yang ada saat itu, 3 orang dari bagian sekretariat, 2 orang anggota KPUD dan 1 personil kepolisian berpakaian preman. Sedangkan malam harinya sudah tidak ada aktifitas pelipatan surat suara.

(alam)

(dibaca 549 X)