Proyek Dermaga TPI Teluk Batang Molor

| Share on Facebook

dermaga tpi

LENSAKAPUAS, KAYONG UTARA – Proyek pembangunan dermaga TPI Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara tahun anggaran 2014 diduga bermasalah. Menurut Abdul Rani, Ketua Forum Pengawal Pelaksanaan Pembangunan Kabupaten Kayong Utara (FP3KKU), pelaksanaan megaproyek senilai Rp6 milyar itu melampaui batas waktu yang ditetapkan dalam surat kontrak kerja.

“Sampai awal tahun 2015, dermaga itu belum rampung. Ini menimbulkan pertanyaan besar. Mirisnya lagi, proyek itu tidak tahu siapa pelaksananya,” kata Abdul Rani.

Ketika akan dikorfirmasi, Kepala Kantor TPI Kecamatan Teluk Batang yang juga sebagai Kuasa Pengguna Angaran(KPA), tidak berada di tempat. Namun, Sekertaris TU TPI Bayu Eko Wibowo yang kebetulan berada di tempat bersedia ditemui awak media serta memberikan sedikit keterangan. Ia pun membenarkan perihal keterlambatan proyek bernilai milyaran rupiah itu.

“Seharusnya lelang  selesai tanggal 1 Desember 2014, tetapi karena 60% pekerjaannya itu mendatangkan material dan logistik, seperti tiang pancang, semen 20 ribu ton, pasir, dan batu. Karena terkendala transportasi dan cuaca, maka logistik yang dijadwalkan 1 bulan sampainya di sini, jadi molor,” ungkap Eko.

Logistik yang dipesan dari PT Wika Jakarta, jelas Eko,  untuk tiang pancang.  “Inikan bahan pabrikan, jadi tidak bisa dibikin manual,” tutur Eko. Namun seiring perjalanan  waktu, kata dia, akhirnya diadakan rapat khusus guna membahas masalah pelaksanaan pekerjaan, mengingat mepetnya  akibat keterlambatan mobilisasi logistik.

“Ternyata  alam berkehendak lain. Pada bulan November dan Desember 2014 kondisi air pasang tinggi, sehingga pelaksanaan  pekerjaan di bawah air itu kurang bisa maxsimal. Kendalanya di situ, dan pekerjaan itu pun bisa dilanjutkan lagi pada saat  air surut. tetapi masalahnya tetap saja tidak bisa menutupi waktu yang sudah terpotong. Kemudian pada tanggal 28 Desember 2014, pihak kontraktor pelaksana mengajukan ‘addendum’ untuk penambahan waktu. Terkait persentase kegiatan fisik proyek, tidak memenuhi syarat untuk diserah terimakan. Akhirnya kita bawa ke Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kayong Utara,” urai Sekretaris TU TPI.  (Red/Thomas/Miftah )

(dibaca 554 X)

None found.