Proyek Milyaran, Lahan Translok Alue Punti Terlantar

| Share on Facebook

UPTD dan Kontraktor Sembunyi

LENSAKAPUAS, KARANG BARU –  Terlantarnya seluas 40 Hektare lahan pertanian warga transmigrasi lokal Alue Punti kampung Paya Tampah kecamatan Karang Baru kabupaten Aceh Tamiang perlu mendapat penanganan serius dari Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Provinsi Aceh. “Program yang menelan anggaran milyaran rupiah itu tidak terlaksana sebagaimana mestinya,” ungkap seorang warga Translok yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu, 6 Mei 2015.

Menurut penuturan warga tersebut, selain mendapatkan bantuan rumah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana, juga disertai insfrastruktur penunjang seperti lahan pertanian. “Lihat saja sendiri lahan pertanian kami, masih seperti hutan. Tidak ada pembersihan lahan yang dijanjikan. Bagaimana kami bisa bertani ataupun berladang, di sana sini masih banyak tunggol kayunya,” kesalnya.

Pembersihan lokasi translok kata dia memang pernah dilakukan, tetapi hanya sekitar 6 Hektar. “Itupun hanya untuk lokasi pembangunan rumah dan halamannya, sedangkan lahan pertanian yang luasnya 34 hektar lagi masih seperti hutan, jadi tidak mungkin kami bercocok tanam di tempat itu,” beber dia.

Datok Penghulu kampung Paya Tampah kecamatan Karang Baru kabupaten Aceh Tamiang Azaruddin, membenarkan perihal tersebut. “Lokasi translok ini awalnya sudah pernah dibuka seluas 40 Ha, tetapi yang optimal hanya sekitar 6 Ha dan kami tidak mungkin mengerjakan ini secara gotong royong, karena anggarannya ada,” ucap Datok yang akrab disapa Datok Nanang.

Dijelaskan Datok Nanang, saat ini warga translok masih mendapat Jadup dari pemerintah. “Tetapi itu sampai kapan dan bagaimana jika nanti pemerintah memberhentikan Jadup kepada warga? Dari mana mereka mendapatkan uang kalau lahan pertanian masih belum bisa digarap ?” tanya Datok  

Untuk itu ia dan warga Translok Rekanan berharap kepada pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Provinsi Aceh, agar dapat menindak kontraktor pelaksana yang meninggalkan tangungjawabnya itu.

Kabid Transmigrasi Disnakermobduk kabupaten Aceh Tamiang Tantawi Nawawi, membenarkan adanya 40 warga telah resmi menempati rumah di lokasi Translok Alue Punti, sementara mengenai realisasi program kegiatan adalah urusan UPTD Alue Punti. “Tidak ada kegiatan apapun, hanya sebatas koordinasi saja,” kilahnya.

Ketika akan dikonfirmasi, pihak UPTD Alue Punti Disnakermobduk Aceh Fitriadi yang dihubungi melalui telepon selularnya enggan mengangkat menjawab. Begitupun halnya Kontraktor pelaksana PT FIFA Perdana Suheili.  (Alam)

(dibaca 510 X)