Proyek SPAM IKK Jagoi Babang Bermasalah Bakal Diperbaiki

| Share on Facebook

spam

Wow, Dalam Sekejap SATKER  Langsung Kucurkan Dana 

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum SPAM IKK Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang dengan kapasitas 30 liter/detik yang sempat menjadi sorotan sejumlah media dan Tim Investigasi DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalbar akhirnya direspon instansi teknis terkait. Kasatker Pengelolaan Air Minum  Kalbar Mohammad Ali Tasrief, S.T., M.T., yang semula enggan merespon ketika dihubungi melalui hanphone maupun via SMS dan terkesan menghindar ketika ingin dikonfirmasi terkait proyek bermasalah itu pun kemudian berjanji akan segera memperbaikinya proyek air minum senilai Rp9,4 milyar.

Menurut penuturan Tim Investigasi AWI Kalbar yang menemui M. Ali diruang kerjanya beberapa pekan lalu, dikatakan bahwa pihak Satker PAM tidak pernah menutup – nutupi perihal proyek tersebut. Bahkan, kata Budhi Gautama, M Ali selaku Kasatker PAM mengatakan bahwa investigasi yang dilakukan oleh AWI Kalbar sangat membantu dalam kelancaran pembangunan proyek tersebut, sehingga bisa menghindari  penyimpangan anggaran.

“Bulan Maret hinga April 2014 adalah musim penghujan, jadi akibat derasnya hujan tersebut mengakibatkan tanah di sekitar proyek tersebut runtuh. Selain itu, dilokasi proyek tersebut sebelumnya juga ada kegiatan proyek dari dinas Cipta Karya. Dengan kejadian bencana itu, pihaknya juga telah turun ke lapangan untuk menginventarisir apa saja yang perlu diperbaiki. Sedangkan untuk bangunan pagar yang roboh dalam waktu dekat ini akan segera dikerjakan,” ujar Budhi mengurai ulasan ALI.

Menurut Budhi, apa yang telah dilakukan oleh Ali selaku Kasatker PAM, perlu dijadikan teladan yang baik. “Beliau sangat agresif dan tidak pasif ketika ketua DPD AWI Kalbar menyampaikan koreksi terkait hasil pembangunan Instalasi Pengolahan Air yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Kusuma Emindo itu,” puji Budhi.

Mengenai pagar yang roboh dalam proyek tersebut, sambungnya, Pak Ali selaku Satker PAM Kalbar pada Minggu (26/4) lalu  langsung menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi. Keesokan harinya, kata dia,  Satker PAM juga langsung menganggarkan dana untuk memperbaiki pagar yang roboh itu. Tanpa menjelaskan dari pos mana sumber dana dimaksud.   

Dari penjelasan ALI, dikatakan Budhi bahwa untuk melakukan pengontrolan secara rutin terhadap proyek – proyek di tubuh Satker Pengolahan Air Minum yang ada di Provinsi Kalbar tentunya membutuhkan SDM dan juga biaya, mengingat tidak hanya satu proyek yang di tangani. “Namun berkat informasi serta koreksi yang membangun dari rekan – rekan media dan LSM yang peka (aktif) serta pemberitaan di media cetak di Kalbar terhadap pembangunan, merupakan alternatif tambahan untuk kelancaran tugas Satuan Kerja (Satker).” 

Lalu, apa saja tugas konsultan pengawas proyek dan bagaimana reaksi aparat hukum ? selengkapnya >>> di Majalah LensaKapuas.

 

(dibaca 1751 X)

None found.