Proyek SPAM IKK Jagoi Babang Senilai Rp9,4 M, Ancore…!

| Share on Facebook

Proyek spam ikk bengkayangBudhi : Baru Setahun Pagar Dah Roboh, Pipa Muncul.

LENSAKAPUAS, BENGKAYANG – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum SPAM IKK Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, dengan kapasitas 30 liter/detik diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia tersebut. Bahkan, setahun silam, Selasa (14/4/2014), proyek yang dibiayai dari APBN 2013 senilai Rp9,4 milyar itu telah dilakukan uji coba oleh Satuan  Kerja (Satker)  Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (RKPAM) Provinsi Kalimantan Barat yang disaksikan oleh Kadis Pekerjaan Umum Bengkayang, Kepala PDAM Bengkayang, dan Camat Jagoi Babang.

Ironisnya, proyek air bersih yang baru berusia setahun itu kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Hal tesebut diungkap ketua Tim Investigasi DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalbar Budhi Gautama dalam rilis yang dikirim ke Redaksi LensaKapuas. “Saat ini, fisik bangunan tersebut sangat memprihatinkan. Pagar bangunan ada beberapa bagian yang roboh dan pipa yang tertanam, sudah banyak yang muncul di permukaan tanah seperti sengaja dibiarkan,” ungkap Budhi yang mengaku kaget ketika melihat langsung hasil  proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Kusuma Emindo itu.

Menurut dia, seharusnya pembangunan SPAM IPA tersebut bisa memberikan asas manfaat bagi masyarakat dalam menikmati air bersih. “Tapi sangat disayangkan, dengan dana yang begitu besar dikerjakan  cara asal-asalan,”  kesal Budhi yang juga sebagai Kepala Penilitian dan Pengembangan Lembaga Investigasi Pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (LIP-NKRI) Kalimantan Barat. Atas temuan tersebut, kata dia, pihaknya akan membahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi, kemudian meminta kepada pihak pelaksana proyek untuk mengerjakan ulang dan memperbaiki hasil pekerjaan yang terkesan dipaksakan itu.

Tim investivasi mensinyalir, dalam hal pelaksanaan kegiatan proyek, kontraktor pelaksana telah mengabaikan sejumlah aspek penting. “Seharusnya ada perencanaan yang matang dan studi kelayakan. Kalau perencanaan bagus maka hasilnyapun akan baik tidak mungkin seperti ini,” tandas Budhi.

Salah satu tokoh Masyarakat Adat Desa Jagoi, Ahau Kadoh, kepada Tim pada Kamis (4/4/2015), mengaku sempat protes pada saat proses pembangunan SPAM IKK di wilayahnya sedang berlangsung.  Protes muncul karena penempatan lokasi pembangunan proyek, dinilai warga tidak tepat. “Lokasinya tidak menjamin akan bertahan lama, dinding turap dan barau penahan tanah tidak terpasang dengan baik.  Kalau hujan bisa saja mengalami pengeseran (longsor Red).”

Sesepuh Adat Jagoi Babang itu juga mengaku kecewa terhadap pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum  SPAM  IKK dengan nilai angka rupiah yang fantastis itu ternyata tidak sesuai harapan warga. “Kenyataannya, baru satu tahun sudah hancur lebur,” kesal Ahau.

Hal itu, kata dia, membuat masyarakat yang ada di sekitar lokasi proyek merasa khawatir terhadap adanya kemungkinan bangunan proyek tersebut roboh akibat pergeseran struktur tanah. “Untuk itu kami warga mayarakat yang ada di sini berharap agar segera diperbaiki, supaya warga tidak lagi cemas dan khawatir,” pinta Ahau Kadoh.

Ia pun menduga ada yang tidak beres dalam proses pembangunan tersebut. “Terkesan ada yang janggal dalam pembangunan SPAM IKK ini,  apalagi yang menggarap dari pusat. BUMN lagi,” sindir tokoh masyarakat adat wilayah perbatasan RI – Malaysia.

Satker Pengolahan Air Minum Kalbar, Mohammad Ali Tasrief, S.T., M.T., ketika  dikonfirmasi melalui hanphone maupun via SMS hingga berita ini diturunkan tidak memberikan respon, apalagi klarifikasi. Bahkan terkesan menghindar. (Redaksi/AWIE-TIM)

(dibaca 1565 X)