PT. CTBu Action Sebelum Amdal, BLH Cuek

| Share on Facebook
ilustasi gusur lahan nett

Ilustrasi (ft:NETT)

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA – Aneh bin ajaib, entah jurus apa yang dipakai oleh perusahaan perkebunan kelapa sawitSawit Kalbar Terkendala Tata Ruang dan Pelabuhan. Lanjut Baca ... »  PT. Cipta Tumbuh Berbuah (PT. CTBu) yang berlokasi di Desa Sungai Asam Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Perusahaan sawitSawit Kalbar Terkendala Tata Ruang dan Pelabuhan. Lanjut Baca ... » asal Jakarta itu, sebelum mengantongi dokumen ijin lingkungan, tanpa ragu dan kuatir akan sanksi hukum yang bakal menjeratnya,  telah menjalankan aktifitas pembersihan dan blok lahan.

“Sudah ada 4 unit eksavator yang berada di lokasi, mereka pun sudah melakukan pembersihan lahan (LC) dan membuat blok-blok kebun sejak 2 bulan lalu, camp nya pun sudah ada, ini yang kita pertanyakan. Artinya, mereka sudah beroperasi sebelum mengantongi ijin lingkungan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Adat Dayak Kecamatan Sungai Raya yang meminta identitasnya tidak tulis, Minggu (21/09) sore.

Untuk itu, ia meminta kepada instansi berwenang untuk menindak tegas perusahaan yang disinyalir melanggar peraturan tersebut.  “Jangan cuma mengeluarkan ijin dari balik meja, tanpa terlebih dahulu melakukan survey kelayakan di lapangan.  Inikan aneh, kok tidak tahu kalau sudah hampir 90% lahan digusur sebelum ijin lingkungannya keluar. Di situ lahan relokasi Zakia pun mereka tidak tahu, kan aneh, berarti mereka tidak turun ke lapangan untuk uji kelayakan,” gusarnya.

Ketika akan dikonfirmasi, manajemen PT. Cipta Tumbuh Berbuah (CTBu) terus menghindar untuk memberikan klarifikasi. Salah satu staff, Tikno mengatakan pimpinan tidak bersedia memberikan komentar. “Biasanya humas, tapi humas lagi tidak ada ditempat,” tukasnya di pintu luar kantor di Komplek  Perdana Pontianak.

Sebelumnya, Kabid Amdal BLH Kubu Raya, Anita pernah mengungkankan bahwa Ijin Lingkungan PT. CTBu baru keluar bulan ini (September Red). Terkait aktifitas sebelum ada Ijin Lingkungan, ia cuma berceloteh tanpa menjelaskan tindakan apa yang akan dilakukan.

Berdasarkan Undang-undang No 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan, suatu perusahaan perkebunan dilarang melakukan aktivitas apapun di lapangan sebelum seluruh syarat perizinan usaha perkebunan terpenuhi terlebih dulu. (TIM)

(dibaca 732 X)