PT. CTBu Garap Lahan Relokasi Pengungsi di Kubu Raya

| Share on Facebook

BLHD Kubu RayaKPPS Pertanyakan Pemotongan Honor oleh KPUD KKR. Lanjut Baca ... » Ogah Merespon

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA – Perusahaan Perkebunan Kelapa SawitPeluang Pengadilan Jalanan Terbuka Lebar. Lanjut Baca ... » PT. Cipta Tumbuh Berbuah (PT. CTBu) yang berlokasi di Desa Sei Asam Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya disinyalir menggarap lahan relokasi.  “Kehadiran PT CTBu itu yang membawanya Rahmad Cs. Nah, di dalam ijin lokasi PT CTBu itu ada lahan usaha relokasi yang luasnya sekitar 1500 ha,” ungkap salah satu Tokoh Masyarakat Adat Kecamatan Sungai Raya yang meminta namanya tidak disebut kepada LensaKapuas.

Selain itu, kata dia, dalam hal hubungan sosial kemasyarakatan, ketika perusahaan itu masuk, tidak ada menjalin komunikasi yang baik dengan komponen masyarakat yang ada. “Saya sebagai salah satu tokoh masyarakat adat Kecamatan Sungai Raya belum pernah diberitahu oleh PT. CTBu tentang rencana  mereka untuk membangun usaha perkebunan.  Kita pun tahu dari orang lain, dari anggota forum relokasi Sungai Asam,” ungkapnya.

Atas tindakan dan aktifitas PT. CTBu tersebut, ia tidak akan tinggal diam. “Informasi yang saya terima, PT. CTBu baru mengantongi ijin lokasi,  sementara mengenai AMDAL, IUP, Rekomendasi dari Provinsi, dan ijin lainnya disinyalir belum mereka kantongi. Padahal itu prasyarat mutlak yang harus dipenuhi ketika membuka usaha perkebunan,” ujarnya.

Ia pun mengaku heran atas aktifitas PT CTBu yang telah berani melakukan kegiatan land clearing (pembersihan lahan), membuat blok lahan, sebelum semua perijinan dikantongi. “Kegiatan pembersihan lahan dan blok-blok itu, membuat masyarakat relokasi zakia di Sungai Asam resah, sebab lahan yang garap itu merupakan lahan relokasi  yang luasnya sekitar 1500 ha. “PT CTbu tidak tahu kalau di situ ada lahan relokasi 1500 ha. Saya sudah menyuruh Forum Masyrakat Relokasi Zakia Sungai Asam untuk menanyakan hal tersebut kepada Pemerintah Desa Sungai Asam. Itu milik LU, tapi belum ada tanggapan dari PT. CTBu,” ucap dia yang diamini beberapa rekan anggota forum relokasi.

Keresahan masyarakat, kata dia, tidak hanya berasal dari Forum Masyarakat Relokasi Zakia di Sungai Asam.  “Termasuk kelompok tani juga tidak menyetujui. Jadi, atas kita menginginkan CTBu harus tahu dan taat aturan.,” tegasnya.

Menurut dia, pihaknya sudah berusaha menemui PT CTBu, tapi anehnya pihak PT CTBu tidak mau menemui mereka. “Padahal, lahan yang mereka garap, milik masyarakat, termasuk lahan relokasi.”

Sebagai informasi, tandasnya, sesuai peruntukan, “Lokasi lahan rekolasi ada di Desa Tebang Kacang, Desa Bengkarek, Desa Sungai Asam, lokasi Relokasi Zakia TR1 s/d 12 . Dan sekitar 700 ha adalah hak ulayat masyarakat adat setempat,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah melalui handphone, Kabid Amdal Badan Lingkungan Hidup (BLH) Daerah Prov Kalbar, Adi Yani mengatakan bahwa terkait AMDALnya ada di BLH Kabupaten Kubu Raya. “Kalau PT. CTBu, itu ijin AMDAL  nya kewenangan Kabupaten, ranahnya mereka yang keluarkan, coba hubungi bu AnitaBLHD Kabupaten,” jawab Adi Yani seraya mengirim nomor kontak salah satu pegawai BLHD KKR.

Ketika LensaKapuas coba menghubungi ke nomor kontak dimaksud, baik menghubungi melalui telpon maupun pesan singkat yang dikirim, hingga berita ini diturunkan  tidak mendapat jawaban maupun  respon sedikitpun. (TIM)

(dibaca 846 X)