PT. MJBK & PT. CSCEC Mangkir Hadir Pada Sidang Perdana PHI di Pontianak

| Share on Facebook
PicsArt_01-17-08.59.10

Jakarianto, SH, selaku Kuasa Hukum Penggugat

LENSAKAPUAS, KETAPANG –  Kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak oleh 2 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Ketapang, kontraktor pelaksana PT. WHW‎ (Wel Harvest Winning Alumunia) yakni PT. MJBK (Makmur Jaya Berkat Kontraktor) dan PT. CSCEC (China State Construction Engineering CO. LTD) yang berada di Desa Sungai Tengar, Kecamatan Kendawangan, Ketapang,  kepada sejumlah karyawan mereka sejak september 2016 yang lalu dengan alasan efisiensi, berlanjut ke sidang Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Setelah gagal menempuh upaya Tripartit melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Ketapang, karyawan yang di PHK kedua perusahan tersebut yang selanjutnya bertindak sebagai para penggugat dan diwakili oleh Kuasa Hukum Jakarianto, SH kemudian memohon kepada PHI pada Pengadilan Negeri Pontianak untuk memanggil para pihak pada suatu hari sidang yang ditentukan kemudian dan menjatuhkan putusan, dengan amar diantaranya, “Mengabulkan gugatan para penggugat untuk seluruhnya dan menyatakan surat Perjanjian Bersama (PB) No: 67/PB/SPA-AC/2016 tertanggal 11 september 2016 tidak mempunyai kekuatan hukum.”

Menurut Jakarianto, permohonan tersebut diajukan mengingat Disnakertrans Kabupaten Ketapang tidak memanggil kembali para penggugat dan pihak tergugat untuk melakukan mediasi yang ketiga atau terakhir kali, atau pun mengeluarkan surat anjuran. “Namun yang dilakukan oleh Disnakertrans Ketapang justeru mengeluarkan Risalah Perselisihan Hubungan Industrial dengan Surat No: 567/1750/STKT,C/2016 tanggal 31 oktober 2016 yang menyatakan Perselisihan Hubungan Industrial antara para penggugat dan tergugat 1 telah selesai berdasarkan PB,” ungkap Jakarianto.

Selanjutnya, kata dia, pada persidangan perdana di PHI PN Pontianak tanggal 1 Febuari 2017, para tergugat pun tidak hadir.‎ “Agenda sidang pertama pada Pk. 09.00 Wib dengan register perkara No: 01/pdt.Sus.PHI/2017/ PN.Ptk, pihak tergugat PT. MJBK tidak hadir. Selanjutnya pada agenda sidang kedua pada Pk. 11.00 Wib dengan perkara No : 02/Pdt.Sus.PHI/2017/PN.Ptk, pihak PT. CSCEC selaku tergugat juga tidak  hadir,” kata Jakarianto.  Bahkan, sambungnya, pihak penggugat sempat diminta oleh pengadilan untuk menunggu para tergugat selama 30 menit. Akan tetapi, hingga batas waktu yang ditentukan pihak pengadilan, para tergugat tidak kunjung hadir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak tergugat belum bisa dimintai keterangan oleh awak media Lensa Kapuas. (JK)

(dibaca 223 X)