Puncak Peringatan Bulan Bung Karno & Hari Lahir Pancasila di Rumah Radakng

| Share on Facebook
pelepasan merpati

Gubernur Kalimantan Barat bersama Ny. Frederika CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », SPd, serta Kordinator daerah Peringatan Boelan Boeng Karno dr. karolin Margret Natasa dan Wakil Gubernur KalbarDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », melepaskan burung merpati sebagai pembukaan Puncak Boelan Boeng Karno, di Rumah radakng Pontianak, Rabu (1/6).

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ribuan masyarakat dari 14 kabupaten kota di Kalimantan Barat  memadati Halaman Rumah Radakng Pontianak, Rabu (1/6) mengikuti upacara Bendera dalam rangka puncak peringatan Bulan Bung Karno dan memperingati hari lahirnya Pancasila. Kegiatan yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat itu, bertindak sebagai Pembina Upacara Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH.

Sebagai Keua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Cornelis berterima kasih kepada pemerinta jika memang 1 Juni diakui sebagai Hari Lahirnya Pancasila, “merupakan kebahagiaan tersendiri karena negara akhirnya mengakui garasan-gagasan dan pemikiran sang Proklamator kita terkait kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Cornelis.

Dalam sambutannya Cornelis mengatakan, para pendiri negara membuat konsep Filosofi. Dasar kehidupan berbangsa dan bernegara dimana konsepsi tersebut bernama Pancasila, para pemuda saat itu harus memiliki komitmen untuk menemukan kembali ke-Indonesia-an yang telah hidup dan berkembang dalam masyarakat. Kata Cornelis, Pancasila sebagai titik temu (common denominator) yang telah disepakati bersama dan mampu mempersatukan berbagai perbedaan azasi yang ada, baik itu perbedaan kesukubangsaan, kepercayaan, kebudayaan dan adat istiadat, asal geografis dan lainnya, “Makna yang terkandung dalam pancasila diharapkan mampu melintasi batasan ruang dan waktu sehingga akan selalu dipergunakan bangsa dan negara Indonesia,” ujar Cornelis.

Selanjutnya Cornelis memaparkan, pancasila adalah Philosofische Grondslag dan Weltanschauung bagi seluruh rakyat Indonesia karena telah ada dan diterapkan dalam kehidupan masyrakat dan bangsa Indonesia, dan menjadi panduan bangsa Indonesia karena memiliki nilai-nilai Universal yang diterima masyarakat dunia atau komunitas internasional.

Mantan Bupati Landak itu mengungkapkan, derasnya informasi memberikan konsekuensi kepada seluruh masyarakat untuk mampu menyaring informasi-informasi yang diberitakan, dan bisa dikonversi menjadi tindakan positif produktif dalam kehidupan pribadi bermasyarakat dan berbangsa.

Cornelis meminta kepada generasi penerus membangun ke-Indonesia-an dengan tetap berpegang teguh kepada Pancasila untuk jadi acuan dalam berfikir, bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Selain itu, dirinya juga meminta agar diciptakan ruang dialog diskusi yang sehat dilingkungan masing-masing untuk membahas pancasila sehingga diharapkan muncul sintesis baru pancasila yang akan sangat berguna dalam menghadapi berbagai dinamika masa sekarang dan yang akan datang, “Tugas kita sekarang bersama-sama membumikan pancasila kepada seluruh warga negara Indonesia, dan menjadikan negara sebagai pedoman dan panduan serta menjadi etika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna mendukung upaya terbentuknya karakter individu, karakter warga masyarakat dan karakter bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia lebih maju, sejahtera, adil dan makmur. /red

(dibaca 121 X)