Raker Kepegawaian Tingkat SKPD

| Share on Facebook
Ft.ISTIMEWA

Ft.ISTIMEWA (Doc.Lensakapuas)

Kartius : Pengelola kepegawaian harus berkualitas, kreatif, cerdas, dan inovatif.

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Reformasi terhadap kualitas pegawai merupakan bagian dari reformasi pemerintahan dalam rangka mengarah pada penapaian Good Governance. Upaya yang dapat dilakukan melali sistem manajemen kinerja, tidak hanya pada tingkat pimpinan tetapi juga pada tingkat operasional.

“Dalam rangka meningkatkan disiplin Aparatur, pemerintah telah menetapkan berbagai regulasi yang berkaitan dengan disiplin Pegawai Negeri Sipil, salah satunya melalui PP No.53 Tahun 2010. Namun demikian, masih banyak perilaku birokrasi pemerintah yang menyimpang dan menjadi keluhan masyarakat, sehingga masih memerlukan pembenahan misalnya banyaknya PNS yang terlambat masuk kerja, keluar kantor pada jam kerja bukan untuk keperluan dinas, pulang lebih awal, dan tidak masuk kerja beberapa hari bahkan beberapa bulan serta pelanggaran disiplin lainnya,” kata Kartius, S.H., M.Si, kepala BKD KalbarSoal Bride, BKD Ogah Komentar. Lanjut Baca ... » mewakili Gubernur Kalbar Cornelis ketika membuka Rapat Kerja Kepegawaian Tingkat SKPD Tahun 2015 di Pontianak, Rabu (29/4).

Raker  yang mengusung tema “Melalui Rapat Kerja kepegawaian, Kita Tingkatkan Kualitas dan Motivasi Kerja Pengelola Kepegawaian di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat” itu membahas sejumlah menyangkut kepegawaian.

Sesuai kebijakan Pusat, kata Kartius, Pemprov Kalbar tidak main-main untuk melakukan tindakan atau penjatuhan hukuman disiplin bagi pejabat ataupun staff yang bekerja setengah hati, tidak disiplin dan suka bersungut-sungut. Tidak hanya penjatuhan disiplin terkait kewajiban PNS. Tetapi, sambung Kartius,  Pemprov Kalbar juga sangat memperhatikan kesejahteraan pegawai dan kemudahan tentang urusan kepegawaian. Untuk itu ia meminta PNS supaya bisa introspeksi diri apakah sudah bekerja dengan baik  dan benar.

Dikatakan kepala BKD, bahwa masalah kepegawaian adalah masalah yang mudah-mudah sulit, untuk itu ia berharap setiap pengelola kepegawaian dapat mengoptimalkan kekuatan diri menjadi pribadi yang berkualitas, kreatif, cerdas, dan inovatif.

“Jangan takut untuk menuangkan ide-ide kreatif sepanjang untuk kepentingan masyrakat dan tidak melanggar hukum,” pintanya,

Selanjutnya ia berharap melalui Raker tersebut, dapat diperoleh kesepakatan-kesepakatan mengenai pengelolaan proses adminnistrasi kepegawaian, serta terobosan pemberian pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kehadiran PNS sebagai pelayan masyarakat, persamaan persepsi dalam penyelesaian masalah kepegawaian di Lingkungan Pemprov Kalbar.

“Adanya peningkatan kualitas, etos kerja, dan motivasi kerja dalam melaksanakan tugas demi mewujudkan kesejateraan rakyat, keadilan dan keamanan untuk masyarakat Kalimantan Barat sangat diharapkan,” tandasnya. (Novi)

(dibaca 466 X)