Rakor Bappeda Tanggulangi Kemiskinan Kalbar

| Share on Facebook

rakor bappedaLENSAKAPUAS, PONTIANAK – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (13/9) melaksanakan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. Kegiatan yang berlangsung di salah saatu hotel di Pontianak itu, dibuka oleh Wakil Gubernur Prov Kalbar, Drs. Christiandy Sanjaya, S.E., M.M. dan dihadiri oleh Sekda Kalbar, M. Zeet Hamdy Assovie,  Staf Ahli Gubernur,  Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se-Kalbar, Tim TKPK, Kepala Bappeda kabupaten/kota se-Kalbar dan para undangan.

Kepala Bappeda Prov Kalbar Drs. Ahie ,M.T.selaku Sekretaris TKPK Provinsi dalam sambutannya mengatakan, kemiskinan merupakan masalah multi dimensi yang tidak hanya menyangkut kesehatan, pendidikan ,akses terhadap barang dan jasa, lokasi, kondisi geografis, dan geder. “Kemiskinan adalah dimana kondisi seseorang atau sekelompok orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat,” terang Ahie.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata dia, perlu adanya komitmen bersama antara pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyusun, melaksanakan serta mengawal program-program percepatan penanggulangan kemiskinan di Kalbar.

Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan Rakor tersebut dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman yang sama tentang kebijakan dan program yang efektif dalam mendukung percepatan penanggulanagm kemiskinan di Provinsi Kalbar dan membangun komitmen antara pemerintah dan pemangku kepentingan dalam upaya menyusun perencanaan program percepatan penanggulangan kemiskinan di Kalbar.

“Tujuannya mendapatkan informasi pelaksanaan tugas kelompok kerja dan kelompok program dalam mempercepat penaggulangan kemiskinan di Kalbar, mendapatkan masukan tentang kebijakan dan program yang efektif  sesuai dengan karakteristik permasalahan di daerah, dan mewujudkan sinkronisasi program percepatan penanggulangan kemiskina antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalbar,” jelas Ahie.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur, Christiandy Sanjaya mengungkapkan, persentase penduduk miskin di Kalbar per maret 2014 menunjukan kecenderungan angka penurunan. “Pada tahun 2005, penduduk miskin berjumlah 626.700 jiwa, berkurang menjadi 401.510 jiwa pada bulan maret 2014,” sebut Wagub.

Jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan September 2013, kata dia, angka kemiskinan Kalbar mengalami penurunan sebesar 0,2%, berkurang sebanyak 5.830 jiwa pada bulan maret 2014. Rendahnya penurunan angka kemiskinan ini, diakibatkan oleh dampak sistemik dari naiknya harga BBM yang memicu inflasi harga kebutuhan pokok masyarakat,” terang Christiandy.

Dengan kondisi yang demikian maka, lanjutnya, kerja keras dan komitmen  harus ditingkatkan. “Khususnya dalam melaksanakan program dan kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan kabupaten dan kota di Kalbar. Lebih lagi bila kita memperhatikan RPJMD Kalbar yang menargetkan pengurangan persentase penduduk miskin sampai dengan 4,4% pada tahun 2018 dan ‘starting poin’  tahun ini sebesar 8,54%,” tandas Wagub (novi)

(dibaca 769 X)

None found.