RUU Pemekaran 8 Propinsi dan 57 Kabupaten di Indonesia

| Share on Facebook
Ilustrasi (foto NETT)

Ilustrasi (foto NETT)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Hasil keterangan yang berhasil dihimpun LensaKapuas dari berbagai sumber, menyebutkan bahwa RUU Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) atau daerah pemekaran bakal segera dibahas secara bersama-sama oleh Pemerintah dan DPR RI. Dari 65 calon DOB,  57 diantaranya adalah calon kabupaten baru dan 8 lainnya calon provinsi.

Saat ini, Indonesia sudah  memiliki 410 kabupaten. Maka, dengan adanya rencana penambahan 57 kabupaten baru, kelak jumlah kabupaten bertambah menjadi 467 kabupaten.

Begitupun halnya Propinsi, apabila 8 provinsi itu disetujui Dewan dalam masa sidang nantinya, maka total provinsi di Indonesia akan bertambah menjadi 42 Provinsi.

Ketua DPR RI, Marzuki Alie, menegaskan DPR telah menyetujui 65 RUU Pembetukan Daerah Otonomi Baru (DOB) atau daerah pemekaran untuk dibahas di Dewan. “RUU DOB ini akan segera dibahas mulai masa persidangan yang akan datang,” ujar Marzuki dalam Pidato penutupan masa sidang I DPR tahun sidang 2013-2014 di Gedung DPR RI Jakarta (25/10)

Beberapa faktor yang mendorong pembentukan otonom baru, diantaranya : perbatasan daerah dengan negara lain, jumlah penduduk, potensi daerah dan potensi ekonomi, memperpendek rentang kendali, aspek pertahanan, keamanan dan alasan historis, kultural dan budaya.

Berikut daftar 57 Calon Kabupaten baru yang akan dibahas DPR :
1.     Kabupaten Simalungun Hataran, pemekaran dari Kabupaten Simalungun di Provinsi Sumatera Utara
2.     Kabupaten Pantai Barat Mandailing, pemekaran dari Kabupaten Mandailing Natal Prov. Sumatera Utara
3.     Kabupaten Kepulauan Kundur, pemekaran dari Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau
4.     Kabupaten Renah Indra Jati, pemekaran dari Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat
5.     Kota Muara Bungo, pemekaran dari Kabupaten Bungo Provinsi Jambi
6.     Kabupaten Lembak, pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu
7.     Kabupaten Bigi Maria, pemekaran dari Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan
8.     Kabupaten Pantai Timur, pemekaran dari Kabupaten Okan Kemudi ilir Provinsi Sumatera Selatan
9.     Kabupaten Bogor Barat,  pemekaran dari Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat
10.     Kabupaten Garut Selatan, pemekaran dari Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat
11.     Kabupaten Sukabumi Utara, pemekaran dari Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat
12.     Kabupaten Sekayam Raya, pemekaran dari Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat
13.     Kabupaten Binua Lanjak, pemekaran dari Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat
14.     Kabupaten Berau Pesisir Selatan, pemekaran dari Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur
15.     Kabupaten Paser Selatan, pemekaran dari Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur
16.     Kota Tahuna, pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sangie Provinsi Sulawesi Utara.
17.     Kabupaten Talaut Selatan, pemekaran dari Kabupaten Talaut Provinsi Sulawesi Selatan
18.     Kota Langoa, pemekaran dari Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara
19.     Kabupaten Bone Selatan, pemekaran dari Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan
20.    Kabupaten Bolio Huto, pemekaran dari Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo
21.     Kabupaten Panipi, pemekaran dari Kabupaten Provinsi Gorontalo
22.     Kabupaten Gorontalo Barat, pemekaran dari Kabupaten Bohuato Provinsi Gorontalo
23.     Kabupaten Lombok Selatan, pemekaran dari Kabupaten Lotim Provinsi Nusa Tenggara Barat
24.     Kabupaten Adonara, pemekaran dari Kabupaten Flotim Provinsi NTT
25.     Kota Maumere, pemekaran dari Kabupaten Sikka Provinsi NTT
26.     Kabupaten Wasile, pemekaran dari Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara
27.     Kabupaten Kepulauan Obi, pemekaran dari Kabupaten Halmahea Selatan Provinsi Maluku

28.     Kabupaten Gili Menawa, pemekaran dari Kabupaten Jayapura Provinsi Papua
29.     Kabupaten Moyo, pemekaran dari Kabupaten Boven Digul Provinsi Papua
30.     Kota Merauke, pemekaran dari Kabupaten Merauke Provinsi Kabupaten Papua
31.     Kabupaten Balin Senter,  pemekaran dari Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Leni Jaya Provinsi Papua
32.     Kabupaten Boboga, pemekaran dari Kabupaten Tolikara Provinsi Papua
33.     Kabupaten Puncak Trikora, pemekaran dari Kabupaten Leni Jaya Provinsi Papua
34.     Kabupaten Muara Digul, pemekaran dari Kabupaten Mapi Provinsi Papua
35.     Kabupaten Admi Korbay, pemekaran dari Kabupaten Mapi Provinsi Papua
36.     Kabupaten Katengban, pemekaran dari Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua
37.     Kota Lembah Baliem, pemekaran dari Kabupaten Jaya Wijaya Provinsi Papua
38.     Kabupaten Okika, pemekaran dari Kabupaten Jaya Wijaya Provinsi Papua
39.     Kabupaten Yapen Barat Utara, pemekaran dari Kabupaten Kepualaun Yapen Provinsi Papua
40.     Kabupaten Yapen Timur, pemekaran dari Kabupaten Kepualauan Yapen Provinsi Papua
41.     Kabupaten Pulau Numfor, pemekaran dari Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua
42.     Kabupaten Yalimek, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua
43.     Kabupaten Yahukimo Barat Pegunungan Ser, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua
44.     Kabupaten Mambera Hulu, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua
45.     Kabupaten Yahukimo Barat Daya, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua
46.     Kabupaten Yahukimo Timur, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua
47.     Kabupaten Yahukimo Utara, pemekaran dari Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua
48.     Kabupaten Gondumisisare, pemekaran dari Kabupaten Waropen Provinsi Papua
49.     Kabupaten Malamoy, pemekaran dari Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat
50.     Kabupaten Maibratsau, pemekaran dari Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat
51.     Kabupaten Raja Ampat Utara, pemekaran dari Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat
52.     Kabupaten Raja Ampat Selatan, pemekaran dari Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat
53.     Kabupaten Raja Maskona, pemekaran dari Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat
54.     Kabupaten Okas, pemekaran dari Kabupaten Fak Fak Provinsi Papua Barat
55.     Kabupaten Kota Manokwari, pemekaran dari Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat
56.     Kabupaten Manokwari Barat, pemekaran dari Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat
57.     Kabupaten Imeo, pemekaran dari Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat

Sementara itu adapun 8 calon Provinsi baru yang juga akan dibahas DPR adalah :

1.     Provinsi Pulau Sumbawa, pemekaran dari Provinsi NTB
2.     Provinsi Papua Selatan, pemekaran dari Provinsi Papua
3.     Provinsi Papua Tengah, pemekaran dari Provinsi Papua
4.     Provinsi Papua Barat Daya, pemekaran dari Provinsi Papua Barat
5.     Provinsi Tapanuli, pemekaran dari Provinsi Sumatera Utara
6.     Provinsi Kepulauan Nias, pemekaran dari Provinsi Sumatera Utara
7.     Provinsi Kapuas Raya, pemekaran dari Provinsi Kalimantan Barat
8.     Provinsi Bolang Mongondow Raya, pemekaran Provinsi Sulawesi Tenggara

Ada berbagai latar belakang dan kepentingan dibalik upaya pembentukan daerah otonomi baru, hal yang sering muncul ke permukaan dan amat klasik ialah adanya kesenjangan kesejahteraan masyarakat antara bagian yang satu dengan bagian yang lain di sebuah daerah otonomi. Selain itu, terjadinya ketimpangan infrastruktur antar bagian juga turut mempengaruhi hasrat masyarakat dan elit setempat untuk menggulirkan pemekaran wilayah. Beberapa faktor penentu dari pembentukan daerah otonomi baru seperti faktor perbatasan daerah dengan negara lain, jumlah penduduk, potensi daerah dan potensi ekonomi, upaya memperpendek rentang kendali, aspek pertahanan, keamanan dan alasan historis, kultural serta budaya.

Dibandingkan dengan kondisi di berbagai Negara lainnya, isu pemekaran wilayah di Indonesia merupakan yang paling heboh. Bandingkan dengan negara yang menjadi “mbah-nya” demokrasi, yaitu Amerika Serikat, jumlah negara bagian tetap saja tidak berubah. Meskipun sebagian besar Negara bagian memiliki wilayah yang amat luas dengan latar belakang historis dan kultural yang beragam.

Lantas, apakah langkah pemekaran daerah otonomi baru begitu penting?

Faktanya sebagian daerah otonomi selalu disibukan dan dikisruhkan dengan peristiwa Pilkada dan korupsi oleh pejabat daerah. Dengan makin banyaknya daerah otonomi baru maka frekuensi sengketa Pilkada dan kasus korupsi pejabat daerah berpeluang makin banyak.

Sebenarnya yang terpenting ialah adanya sumberdaya manusia yang mumpuni dalam mengelola daerah, baik memiliki wilayah luas atau sempit, berpenduduk banyak atau sedikit. Pada dasarnya daerah beserta potensinya berlu dikelola secara optimal. Nah, lantas siapa saja yang memegang kendali dalam mengelola potensi daerah supaya menimbulkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat setempat. Sudah jelas kasusnya, bahwa banyak daerah yang mengalami ketertinggalan adalah bukan karena kuantitas pemerintahannya, namun sangat dipengaruhi oleh kualitas pemerintahannya. Tidak aka ada hasilnya jika suatu daerah dimekarkan menjadi satu atau beberapa daerah otonomi daerah baru kalau pemimpin daerahnya kurang berdaya dan tidak mumpuni.

Jumlah provinsi di Indonesia dalam waktu dekat segera bertambah dari 34 menjadi 42, untuk itu diperlukan aparat birokrasi yang baru untuk menjalankan roda pemerintahan. Persoalannya ialah kualitas aparat birokrasi yang belum memadai dalam menjalankan beragam fungsi pemerintahan daerah, sehingga sebagian besar daerah kondisinya hanya jalan di tempat, bahkan banyak yang mundur. Bagaimana tidak demikian, selain karena kualitas aparat birokrasi yang belum memenuhi standar, ternyata APBD sebagian besar daerah umumnya didominasi untuk belanja pegawai, lantas bagaimana pembangunan di daerah bisa berjalan ?

Rilis : Alamsyah

(dibaca 21912 X)