Sarasehan BKKBN Dengan Toga dan Tomas Kalbar

| Share on Facebook
Sarasehan BKKBN  dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat  bicara tentang  angka kelahiran di Kalbar yang kian meningkat (foto:novi)

Sarasehan BKKBN dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat bicara tentang angka kelahiran di Kalbar yang kian meningkat (foto:novi)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat menggelar sarasehan bersama tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) Kalbar di Hotel Aston, Sabtu (26/10/2013) kemarin, dihadiri Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Pusat, DR. Sudibyo Alimoeso, MA.

Selain toga dan tomas, sarasehan juga dihadiri Gubernur Kalbar yang diwakili Asisten III Setda Prov Kalbar, Lensus Kandri.

Dalam sambutannya, Lensus Kandri mengatakan untuk mencari solusi terhadap persoalan meningkatnya angka kelahiran di Kalbar perlu dilakukan pertemuan antara semua stakeholders, yang melibatkan pemprov, pemkab, pemkot, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para cendikiawan.

Lensus mengakui baru tahu terhadap persoalan tersebut. “Saya juga baru kali ini mendapatkan data, terutama yang menikah usia dini mencapai hampir 2⅟₂ kali lipat secara nasional. Untuk itu, harus kita pecahkan bersama,” ujarnya.

Pemprop, kata dia, akan siap membeckup dari segi penganggaran. “Sebab kita menginginkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kalbar dapat bersaing dengan daerah lain, bahkan bersaing di tingkat Asean,” harapnya. Caranya, menurut Lensus, dengan memperlambat usia perkawinan, meningkatkan kesadaran bagi masyarakat dan mengawasi arus globalisasi.

Dilain sisi, Assisten III Setda Prov Kalbar ini juga mengungkapkan dengan Sumber Daya Alam (SDA) Kalbar yang melimpah tanpa disertai  ketersediaan SDM yang berkualitas maka kedepannya  masyarakat Kalbar akan jadi penonton semata. “Kalau hanya jadi penonton atau pekerja kasar saja maka tingkat kesejahteraan  akan seperti begitu terus,” ucapnya.

Dwi Listyawardani, Kepala BKKBN Kalbar dalam kesempatan yang sama berjanji akan melakukan penelusuran terkait persoalan angka kelahiran yang semakin meningkat setiap tahunnya. “Kita akan lakukan study secara lebih dalam, apakah ada wilayah-wilayah yang memiliki perilaku beresiko seperti itu,” kata Dwi.

Ia menjelaskan, BKKBN sebenarnya telah mendeteksi melalui penelitian yang difokuskan pada kaum remaja.  “Sudah banyak, tapi sifatnya masih local. Dan ini merupakan suatu keprihatinan bahwa itu terjadi di Kalimantan barat,” ungkapnya.

BKKBN dalam hal penanganan remaja, lebih banyak memberikan informasi tentang upaya pencegahan. Seperti melakukan promosi untuk menghindari 3 (tiga) perilaku negative di kalangan remaja. Yakni, dengan tidak mendekat atau melakukan seks bebas, tidak berprilaku yang berakibat bisa tertular HIV AIDS, dan tidak menggunakan narkoba. ”Ketiga hal ini lah yang selama ini digarap BKKBN melalui pusat-pusat informasi dan konselingPusat Informasi Konseling Tunas Bangsa Menuju Puncak. Lanjut Baca ... » BKKBN,” terang Dwi.

Selain itu, Kepala BKKBN Kalbar ini juga berharap kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bisa menyampaikan dan menjelaskan di komunitasnya masing-masing mengenai pentingnya persoalan tersebut, dalam upaya menekan lajunya angka kelahiran di Kalimantan Barat.

DR. Sudibyo Alimoeso, M.A., tidak sungkan mengungkapkan rasa bangganya atas diselenggarakan sarasehan yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para cendikiawan Kalbar. “Saya rasa ini menunjukan kepedulian masyarakat Kalbar terhadap masalah kependudukan dan keluarga berencana. Kalau memang ini dianggap bagus, harusnya bisa dijalankan dengan baik seperti program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa-desa,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah kelahiran yang meningkat setiap tahunnya di Kalbar, sekitar 33% nya dari kalangan remaja. “Artinya, hamil sebelum mereka menikah. Hal inilah yang perlu kita tangani secara serius,  agar kedepan kita menghasilkan anak-anak  sesuai yang direncanakan, sehinga enhasilkan SDM yang bagus,” tandasnya.  (novi)

(dibaca 810 X)