Sawit Kalbar Terkendala Tata Ruang dan Pelabuhan

| Share on Facebook

GAPKI : Momentum Jangan Sampai Lepas

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Inti permasalahan sawit yang ada di kalbar, menyangkut tata ruang wilayah. ” Biarpun beda pandangan, kita harapkan bisa mendapat satu solusi untuk lebih meningkatnya kelapa sawit di Kalimantan Barat ini. Jangan sampai Kalbar kalah dengan daerah yang lain,” ujar Joefry, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Pusat, disela-sela acara Muscalub Gapki di hotel Mercure Pontianak. Selasa (27/08/2013).

Selain itu, kata dia,  persoalan lainnya menyangkut pelabuhan. ” Sampai sekarang masih belum ditetapkan, untuk itulah kita prioritaskan Gapki Kalbar bersama-sama kita  bertemu dengan  Pemerintah Provinsi (Gubernur),” kata dia. Menurutnya dengan kondisi pelabuhan yang ada di Kalbar saat ini akan menghambat  lajunya perkembangan dibanding negara tetangga, Malaysia. ” Ngantri kapal, sehingga kita selalu didiskon sampai sekian dolar permedikton. Jadi daya saing kita dengan Malaysia kalah,” kata Joefry.

Sekjen Gapki Pusat, Joko Supriyono pun demikian. Ia mengatakan, sawit mempunyai peran paling besar. ” Sekitar 2 juta dari 6 juta ton kebutuhan dunia, dipenuhi sawit Indonesia. Nah, Indonesia harus mengambil momentum ini, kesempatan ini jangan sampai lepas. Jangan sampai kemudian nanti yang ngambil alih kontributor lain,”tandasnya.

(novi)

(dibaca 701 X)