Sedihnya SDM Kalbar Tidak Dilirik

| Share on Facebook

Rosadi Jamani S Ag M Si

Oleh : Rosadi Jamani, S.Ag., M.Si.

LENSAKAPUAS, KALBAR –  Kalbar pernah melahirkan seorang Wakil Presiden, Hamzah Haz. Pernah juga melahirkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar. Tahun 2014, Kalbar melahirkan Wakil MPR, Oesman Sapta Odang (OSO). Hanya tiga putra terbaik Kalbar yang pernah dan sedang tampil di pentas nasional. Selebihnya, masih ditunggu kiprahnya.

Usai pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saya menanti-nanti, apakah ada putra terbaik Kalbar dipilih menjadi menteri. Setiap ada kesempatan saya membaca koran, menonton televisi, dan mendengarkan radio, apakah ada disebut-sebut orang dari Kalbar. Dari hari pertama sampai menjelang pengumuman kabinet oleh Jokowi, tidak ada satupun orang Kalbar disebut.

Sebelumnya santer terdengar Gubernur KalbarDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », Drs CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » MH akan diusulkan menjadi menteri. Saya berpikir ketika itu, kalau Cornelis diusulkan menjadi menteri, sangat realistis. Alasannya, setiap kali Pemilu Presiden, Kalbar selalu memenangkan calon presiden yang diusung dari PDI Perjuangan. Selain itu, Cornelis juga memiliki kapasitas dan kualitas untuk menjadi menteri. Setelah ditunggu, jangankan mau dipanggil ke istana, diusulkan saja pun tidak. Apakah saya luput membaca berita, yang jelas sampai saat ini saya belum terbaca nama Cornelis disebut akan masuk kabinet.

Apakah ada tokoh selain Cornelis juga diusulkan menjadi menteri? Rasanya tidak ada. Nama seperti Usman Ja’far (mantan Gubernur Kalbar), Zulfadli (anggota DPR RI), KarolinKarolin MN Potensi Calon Tunggal di Kab.Landak. Lanjut Baca ... » Margret Natasha (peraih suara terbanyak nasional di Pileg 2014), Oesman Sapta Odang (wakil ketua MPR), belum pernah saya mendengar diusulkan menjadi menteri. Jujur saya rasakan, melihat fakta tersebut, sedih rasanya. Kalau mengikuti lagu yang sedang terkenal saat ini, ‘Sakitnya tuh di sini”. Sakitnya di hati. Itulah gambaran Sumber Daya Manusia (SDM), masih sangat rendah untuk bisa bersaing di tingkat nasional.

Mau diapakan lagi, inilah faktanya soal SDM Kalbar. Wajar apabila kalau dalam pembangunan, Kalbar masih terbelakang dalam pembangunan. Wakil-wakil Kalbar yang berada di Senayan dinilau masih belum maksimal berjuang. Jatah pembangunan dari pemerintah pusat, dinilai bukanlah hasil dari sebuah perjuangan yang sungguh-sungguh, melainkan memang sudah sewajarnya. Artinya, tanpa diperjuangkan pun, jatah itu memang ada.

Sebagai contoh, jalan dari Tayan sampai Sanggau saja, sampai sekarang tidak genah. Masih hancur. Sampai SBY lengser, jalan itu masih belum mulus. Wajar apabila ramai orang bertanya, “Apa sih yang dikerjakan wakil kita di Senayan itu? Jalan Tayan sampai Sanggau saja tak mampu diperjuangkan.” Memang naif juga. Mau menyalahkan Gubernur juga tidak bisa, karena anggaran dari Pusat. Yang bisa disalahkan adalah wakil Kalbar di Senayan yang tidak gigih memperjuangkan pembangunan.

Saya yakin, apabila para wakil Kalbar di Senayan, ngotot dan berjuang habis-habisan membela kepentingan Kalbar, pemerintah pusat bisa mengalokasikan anggaran lebih besar. Yang kita saksikan, hanya rajin ikut rapat, duduk, diam, dan menyaksikan anggota Dewan lain berdebat. Saya ingin sekali melihat bagaimana Zulfadli, Karolin Margret NatashaKarolin MN Potensi Calon Tunggal di Kab.Landak. Lanjut Baca ... », Usman Ja’far, Syarif Abdullah Alqadrie, Emma S Ranik, Daniel Johan, Sukiman, Lasarus, Michael Jeno, Katherina A Oendoen berbicara dalam sidang paripurna. Paling tidak mengajukan argumentasi yang bisa ditonton oleh seluruh rakyat Indonesia. Jangankan bertanya, ngajukan interupsi pun tidak. Sekarang saya menunggu, dari 10 wakil Kalbar itu apakah ada nanti memegang posisi strategis dalam alat kelengkapan Dewan. Apakah ada jadi ketua, wakil ketua, sekretaris, atau bendahara. Kalau ada paling, patutlah untuk diberikan apreasiasi.

Sejauh ini yang sedikit menonjol baru Syarif Abdullah Alqadrie, politisi Nasdem yang telah ditetapkan sebagai Sekretaris Fraksi Nasdem. Lumayanlah. Kita menunggu kiprah wakil Kalbar yang lain, apakah hanya jadi pengembira saja, atau mau berjuang sungguh-sungguh untuk daerahnya sendiri. Hanya itu saja peluang bagi tokoh kita yang di Senayan membuktikan diri hebat di pentas nasional. Soal menteri, nampaknya sudah tertutup buat Kalbar. Sedih, sakitnya tuh di sini!

 *Penulis Adalah Pengamat Politik dan Wartawan Senior

 

(dibaca 578 X)