Sekda Kalbar Buka STQ ke 24 di Kayong Utara

| Share on Facebook
IMG-20170512-WA0030

DR. M. Zeet Hamdy Assovie, MTM, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat/ FT. Istimewa

LENSAKAPUAS, KAYONG UTARA –  Sekretaris Daerah Kalimantan Barat DR HM Zeet Hamdy Assovie, MTM mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU) yang telah berusaha mempersiapkan kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) sebaik mungkin. “Saya mengapresiasi kepada Bupati dan segenap jajaran Kabupaten Kayong Utara selaku tuan rumah beserta seluruh jajaran panitia pelaksana yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan STQ ini,” kata DR HM. Zeet Hamdy Assovie, MTM, Selasa (9/5), dalam sambutannya, dan sekaligus membuka acara STQ yang ke-24 di Pulau Datok, KKU.

Sekda Kalbar yang juga Ketua LPTQ Kalbar juga berpesan, agar para kafilah utusan dari kabupaten dan kota untuk mempersiapkan diri mengikuti rangkaian cabang perlombaan yang akan berlangung dari 9 – 14 Mei 2017. “Saya berharap peserta STQ dapat mempersiapkan diri sebaik baiknya hingga dapat meraih prestasi sebaik mungkin dan mengharumkan nama baik daerahnya masing – masing,” pesan M. Zeet.

Ia juga berharap, agar STQ yang telah menjadi agenda tahunan ini dapat memberikan pelajaran bagi masyarakat Kalbar, khususnya untuk dapat mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungan didalamnya. “Saya memiliki harapan STQ yang telah membudaya di masyarakat kita ini, bukan hanya sekedar berkembang dari segi syiar dan kualitas, namun juga makna yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat diamalkan dengan baik dalam kehidupan sehari hari,”jelasnya.

Dikatakan M. Zeet, bahwa Al-Qur’an telah memberi tuntunan kepada umat manusia di muka bumi ini, untuk membangun kehidupan yang harmonis, menjaga toleransi, dan hidup dalam damai. Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk saling mengenal, saling mengasihi, saling memberi maaf, dan tidak saling membenci.

“Al-Qur’an juga mengajarkan manusia untuk saling bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan dalam kemungkaran dan kejahatan. Nilai-nilai yang sama juga terkandung dalam kitab-kitab Suci Agama yang lain, sehingga seyogianya tidak ada ruang bagi faham radikal yang menyebarkan kebencian untuk dapat tumbuh dan berkembang diantara umat yang berbeda agama yang dapat menghalangi untuk hidup berdampingan secara rukun dan damai,” katanya.

Derasnya arus globalisasi dan komunikasi yang sangat sulit untuk dibendung turut menggiring kita, terutama kaum muda pada perubahan gaya hidup yang cenderung mengarah kepada perbuatan yang bersifat negative seperti sex pra nikah dan penyalahgunaan narkoba, dan memerintahkan untuk kejar, tangkap dan hajar para pengedar narkoba, baik skala kecil, sedang, bahkan bahkan kelas kakap, sebab masalah narkoba sudah menjadi masalah yang serius dan darurat dinegara ini, krena tidak hanya sekedar merusak individu akan tetapi sudah sapai pada level menghanurkan generasi bangsa. “Semua itu harus dihentikan, harus dilawan dan tidak bisa dibiarkan lagi karena sudah dianggap sebagai kejahatan yang luar biasa,” ujarnya.

Acara pembukaan STQ ke XXIV diawali dengan ‘defile’ peserta STQ dari seluruh kontingen kabupaten dan kota, yakni Kapuas Hulu sebanyak 20 orang, Sintang 23, Sekadau 26, Sanggau 30, Melawi 39, Bengkayang 20, Landak 26, Singkawang 27, Sambas 23, Mempawah 25, Kota Pontianak 34, Kubu Raya 24 dan Kabupaten Ketapang sebanyak 30 orang, berlangsung cukup meriah, dimeriahkan dengan tarian kolosal, tundang dari MTs. Al-Ma’arif Pontianak dan penyalaan kembang api, adapun cabang yang dilombakan adalah, cabang tilawah anak-anak dan dewasa putra/putri, cabang Tahfiz anak-anak 1 jus dan 5 jus putra/putri, Tahfiz Remaja 10 dan 20 jus putra/putri, dan Tahfiz 30 jus untuk dewasa putra dan putri. (Ngadri/Red)

(dibaca 164 X)