Ngaku Dari TNI AL, Sekelompok Orang Pagari Lahan Warga Rasau Jaya

| Share on Facebook
warga-rasau-pertanyakan

Abdurahim (tengah) Ketua RT 28 Rasau Jaya Umum  dan warga

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA – Ketua Rt 28/Rw 09 Dusun Rasau Karya Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya Abdurahim mengungkapkan, perkiraan lahan yang dikuasai TNI AL  1.400 m dengan jumlah 110 orang. “Saya sudah tanya apa tujuannya datang, alasan mereka mengamankan lokasi di sini,” ungkap Abdurahim.

Menurut dia, warga sempat adu pisik dengan sekelompok orang yang mengaku dari TNI AL, karena ketika tujuan kedatangan mereka ke wilayah tersebut, justeru direspon dengan sikap kurang bersahabat. “Mereka marah-marah kepada saya, dia bilang ini perintah komadan. Kalau mau tanya datang aja ke kantor,” kata Abdurahim menirukan ucapan seorang personil di lapangan.

Lantas ia berharap ada penjelasan kepada warga, mengenai tujuan kedatangan pasukan tersebut. “Biar warga tahu tujuannya apa, yang penting jelas biarpun sepotong surat dari komandan kalau memang betul perintah dari komandannya. Siapapun yang masuk di wilayah saya, saya sebagai ketua RT harus tahu tujuannya apa,” pungkasnya.

Kades Rasau Jaya Umum Rajali Ahmad mengakui bahwa pihaknya pun tidak ada mendapat pemberitahuan secara tertulis maupun secara lisan tentang keberadaan dan kegitan mereka di lapangan. “Tidak ada pemberitahuan siapa mereka dan apa tujuannya,” ungkap Kades.

Ahmad juga enggan beramsumsi, apakah secara institusi atau hanya oknum saja. “Tapi di lapangan mereka membawa baju TNI AL, mungkin ada yang berkepentingan, maka dari itu kami mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan yang akan terjadi di lapangan,” ucap dia.

Sebagai kepala wilayah, Kades Rasau Jaya Umum bermaksud mengundang kedua belah pihak untuk melakukan mediasi dan bermaksud mencari solusi terhadap persoalan yang sedang terjadi, apabila seandainya memang ada suatu permasalahan. “Tujuan mengundang kedua belah pihak supaya mengetahui dasar persoalan dan yujuannya. Tetapi dari salah satu pihak yang diundang (TNI AL) tidak hadir. Jadi saya rasa undangan ini akan kami undurkan sampai waktu yang ditetapkan,” janji Ahmad.

Ia pun enggan berspekulasi terkait undangan yang akan disampaikan, apakah ke institusi TNI AL atau individu.   “Kalau membuat undangan ditujukan kepada TNI AL, terlalu berlebihan kalau betul mereka mempunyai kebijakan di lapangan. Kalau tidak, maka dalam undangan, bahasa saya pakai nama kelompok karena lebih dari satu orang dan dalam undangan ujungnya saya sebutkan TNI AL karena mereka membawa nama angkatan laut. Intinya saya punya kewajiban dan tanggung jawab moral, menyikapi hal ini karena terjadi di wilayah kerja  saya,” tegas Kades.

Hal tersebut, kata dia, guna menghindari hal – hal yang tidak dinginkan bersama. “Sebelum api membesar, kami coba memngundang, tujuan kami mengundang duduk bersama bermusyawarah,” tandas Ahmad. Is/Tim/Red

(dibaca 75 X)