Selain Berdakwah, MA Fokus Cerdaskan Bangsa

| Share on Facebook

foto-bersama-rakernas-i-ma

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ketua umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Ahmad Sadeli Karim menjelaskan, kehadiran Mthla’ul Anwar adalah untuk membantu  mencerdaskan bangsa. “Tugas  mencerdaskan bangsa tidak mungkin bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Mathla’ul Anwar bukan hanya di bidang dakwah dan sosial, tapi juga fokus untuk mencerdaskan bangsa,” ujar Sadeli pada pembukaan Rakernas I MA di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Sabtu 29/10 lalu.

Dikatakan Sadeli, bahwa dengan berlandaskan  agama, pihaknya membantu negara membangun fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia. MA yang berdiri pada 1916 silam sudah memiliki  perwakilan di 31 provinsi. Bahkan di 2 provinsi, yakni Provinsi Bangka Belitung dan Kaltara saat ini sudah ratusan lembaga pendidikan yang dikelola, mulai  dari tingkat dasar, menengah hingga ke perguruan tinggi, seperti Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) di Banten. Sedangkan, SMA di kecamatan jumlahnya ada satu atau dua sekolah.

Kehadiran MA, lanjutnya, bukan untuk mengganggu pemerintah, tetapi justeru membantu pemerintah  mencerdaskan bangsa.

Sementara itu, wakil ketua DPD RI Farauk  Muhammad menerangkan, MA yang telah berdiri sejak 100 tahun silam telah banyak berperan dalam membangun  basis moral dan spiritual anak bangsa. “Apa yang dilakukan penting agar generasi muda tidak mengalami krisis moral dan identitas dalam pembangunan bangsa. Setiap guru wajib menyampaikan pesan-pesan moral dalam dunia pendidikan, tidak hanya memberikan ilmu pendidikan intelektual saja, tetapi juga perlu ditanamkan pendidikan moral dan spiritual sehingga berimbang,” ucap dia.

Menurutnya, Indonesia didirikan bukan oleh tokoh – tokoh Islam saja, tetapi cara-cara yang dianut oleh Islam. Kemajuan Indonesia tak boleh  kehilangan roh Pancasila. Misalnya perilaku korupsi, penyalahgunaan Narkoba, terorisme serta berbagai gerakan radikal. “Rakernas yang mengangkat tema Mathla’ul Anwar mencerdaskan bangsa, memperkokoh satu Indonesia punya makna  menjunjung tinggi Islam, dan hanya  dengan pendidikan masyarakat bisa berubah yang dibarengi dengan dakwah,” pungkas Farauk. (Sur/Red)

(dibaca 235 X)