Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku

| Share on Facebook

Kodam hari Pahlawan3

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA –  Kolonel Inf M.J.P Hutagaol PA Ahli Pangdam XII/TprKemenhan Buka Lomba Diskusi dan Menulis Artikel Tingkat SLTA. Lanjut Baca ... » bidang Idiologi selaku Inspektur Upacara dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan di lapangan Upacara Kodam XII/TprSMA Tunas Bangsa Jadi Duta Kodam XII/Tpr Di Jakarta. Lanjut Baca ... » Jl. Arteri Ali Anyang No.01 Sungai Raya, Kubu Raya. Selasa (10/11).

Dalam amanatnya Menteri Sosial RI Kofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Kolonel Inf M.J.P Hutagaol mengungkapkan bahwa Peringatan Hari Pahlawan dapat dijadikan sebagai cermin atau refleksi tentang pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan untuk menggapai harapan masa depan dengan terus bekerja dan bekerja dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera sebagai cita-cita perjuangan bangsa yang termuat dalam sila kelima Pancasila yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, juga sebagai momentum dalam rangka menumbuh-kembangkan nilai-nilai persatuan, kepahlawanan, keperintisan, dan kesetiakawanan sosial.

Lanjutnya, Peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 difokuskan untuk membangun kesadaran dan ingatan kolektif seluruh bangsaIndonesia sebagai representasi pengakuan, penghormatan, dan penghargaan dari nilai-nilai kejuangan untuk diimplementasikan dalam kehidupan bernegara pada waktu kini dan akan datang. Hari Pahlawan tahun 2015 ini mengambil tema “Semangat Kepahlawanan  Adalah Jiwa Ragaku”. Makna dari tema tersebut adalah untuk menginternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik.

Mari kita renungkan sekali lagi, langkah besar Bapak Bangsa kita seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Mudzakkir, Agus Salim, Abikusno Tjokrosoejoso, AA Maramis, dan Ahmad Subarjo yang terhimpun dalam Panitia Sembilan BPUPKI. Mereka telah mewariskan lima norma dan nilai-nilai yang kemudian menjadi Pancasila sebagai dasar negara, sebagai ideologi pemersatu bangsa, juga sebagai spirit kegotong-royongan dalam bermasyarakat dan bernegara, ungkap Mensos dalam amanatnya. (Red)

Rilis : Pendam XII/Tpr

(dibaca 313 X)