Seruan GMP Kalbar, Lawan Penjajahan dan Tindakan Spionase Amerik

| Share on Facebook
Demo Mahasiswa (foto:alam)

Demo Mahasiswa GMP Kalbar di Bundaran Digulist Untan (foto:alam)

LENSAKAPUAS,PONTIANAK – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiwa Pembebasan (GMP) Kalimantan Barat menyatakan sikap Lawan Penjajahan dan Tindakan Spionase Negara Teroris Amerika, dalam aksinya di Bundaran Degulis Untan Pontianak. (16/11/2013).

.
Dalam orasinya, Mahasiswa GMP menuturkan, sebagaimana yang ramai diberitakan selama sekitar empat bulan terakhir dalam berbagai media massa internasional, terungkapnya fakta yang menunjukkan tingkat congkak negara penjajahan Amerika Serikat, yaitu strategi intelijen dengan memnyadap alat komunikasi elektronik dibanyak negara dunia. Berawal dari terungkapnya operasi intelijen Amerika Serikat pada awal Juli 2013 terhadap masyarakat dan Kanselir Jerman, berkembang, pada fakta lain yang lebih menyedihkan, sebagaimana yang diberitakan oleh media terkemuka Jerman, der Spiegel, Indonesia termasuk dalam salah satu dari 90 lokasi yang disadap, dengan titik tepatnya ada di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
.
Terungkapnya fakta ini harus dipandang sebagai bentuk upaya memperkuat cengkraman penjajahan tidak langsung yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Indonesia. Dibidang tambang dan pengelolahan blok migas, Amerika Serikat merupakan salah satu pemain utama di Indonesia. Tentu masyarakat sangat sangat familiar dengan Freeport McMoran, Perusahaan tambang yang mengelola lahan di Tembagapura, Timika, Papua. Produksi tambang itu per hari mencapai 220.000 ton biji mentah emas dan perak. Selain Freeport masih ada Newmont, perusahaan asal Colorado, Amerika yang mengelola beberapa tambang emas dan tembaga di kawasan NTT dan NTB. Tahun lalu setoran perusahaan ke pemerintah mencapai Rp. 689 miliar, sudah mencakup semua pihak, dari keuntungan total mereka. Jika dari NTT saja , pada tahun 2012 pendapatan Newmont mencapai USD 4,17 juta.
.
Belum lagi sederet operasi migas yang rata-rata kelas kakap sebagai mitra pemerintah menggelola blok migas. Chevron, memiliki jatah menggarap tiga blok dan memproduksi 35 % migas Indonesia. Disusul Conoco  Philips yang mengelola enam blok migas. Perubahan yang telah 40 tahun beroperasi di Indonesia ini merupakan produsen migas terbesar ketiga di tanah air. Lalu tentu saja Exxon Mobil yang bersama Pertamina menemukan sumber minyak 1,4 barel dan gas 8,14 miliar kaki kubik di Cepu , Jawa Tengah.
.
Untuk itulah, kami Gerakan Mahasiswa Pembebasan menyatakan sikap menuntut Pemerintah Indonesia untuk mencabut izin pembangunan gedung Kedubes As dan menutup Kedubes AS tersebut. Tindakan ini harus dilakukan sebagai bukti bahwa pemerintah Indonesia memang benar-benar menjaga keamanan dan kedaulatan negeri ini. Tapi bila tidak dilakukan, maka hal ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah telah tunduk pada tekanan negara penjajah
.
Dan menyerukan kepada seluruh umat Islam, rakyat dan mahasiswa untuk sungguh-sungguh menolak segala bentuk penjajahan termasuk yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Indonesia dan negeri-negeri Islam lainnya, dengan cara berjuang mewujudkan kehidupan Islami dimana didalamnya diterapkan syariah Islam dibawah naungan khilafah. Keberadaan Khilafah adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar, karena Khalafah inilah yang menjadi satu-satunya  benteng sejati bagi umat Islam terhadap berbagai serangan yang dilakukan oleh kafir penjajah.
.
Dalam kesempatan itu, Mochammad Ranafol sebagai Jubir aksi GMP Kalimantan Barat mengatakah Amerika Serikat adalah  kaum penjajah yang faktanya telah melakukan penyadapan di Jerman ,dan negara lain-lainnya termasuk Indonesia, Amerika telah menjajah umat muslim dan memata-matai umat muslim di dunia termasuk  Indonesia untuk itu kami menuntut kepada pemerintah agar mengusir Amerika dari Indonesia dan memutuskan hubungan diplomatik sehingga bangsa Indonesia tidak tertipu lagi, tegasnya. (alam)

(dibaca 625 X)