Setelah Beraksi, 12 Replika Naga ‘Tutup Mata’

| Share on Facebook

Atraksi Replika Naga pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2566/2015 di Kota Pontianak (Ft. Syaiful)

Atraksi Replika Naga pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2566/2015 di Kota Pontianak (Ft. Syaiful/LENSAKAPUAS)

LENSAKAPUAS, KUBU RAYA – Sebanyak 12 replika naga dari berbagai yayasan yang mengikuti puncak perayaan Cap Go Meh 2566/2015  pada Kamis (5/3) lalu, akhirnya ditutup dengan prosesi ‘tutup mata’ dengan cara dibakar di komplek pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Sungai Raya, Kubu Raya. Tujuannya untuk mengirim kembali roh naga tersebutke alam  ‘khayangan’.

Ketua Panitia Cap Go Meh 2566/2015 Rico Sugioto di sela-sela prosesi pembakaran replika naga menuturkan,  ada 11 reflika naga yang dibakar pada sore Jumat (6/3). “Satu naga dibakar di Siantan,  di Yayasan Pemadam Kebakaran pemilik naga tersebut,” ujar Rico.

Dikatakan Rico, 12 replika naga tersebut berasal Yayasan Pemadam Kebakaran (YPK) yang ada di Kota Pontianak. “Dua (2) replika naga dari YPK Merdeka, 1 dari YPK Khatulistiwa, 1 dari YPK Panca Bhakti, 1 dari YPK Siaga dan YPK Budi Pekerti 1 naga. Kemudian dari MABT  Kalbar 3 naga, Perkumpulan Seni Permainan Naga dan Barongsai Kalbar 1 naga, Surya Mas dan Nusa Indah masing-masing satu naga,” sebut Rico.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci Tjio Kui Sim  menjelaskan,  tradisi bakar replika naga tersebut wajib dilakukan, agar masyarakat terhindar dari bahaya. “Ini sudah njadi tradisi kami. Pada hari ke-16 Imlek, replika naga yang sudah ‘buka mata’ tidak boleh lagi disimpan, tetapi  harus dibakar,” kata Hasim begitu ia biasa disapa.

Menurutnya, pada hari ke-13 setelah ritual ‘buka mata’  replika naga tersebut  disemayami oleh roh para dewa dari khayangan yang turun ke bumi. “Setelah 3 hari beraksi membersihkan roh-roh jahat  di muka bumi ini, maka pada hari ke-16, terhadap replika naga tersebut diadakan ritual ‘tutup mata’. Kemudian barulah replika naga itu dibakar. Maknanya, supaya roh-roh para dewa yang telah masuk dan bersemayam di replika naga-naga tersebut akan kembali lagi ke tempat asalnya,” ulas Hasim.

Selanjutnya, ketua Yayasan Bhakti Suci  itu pun menaruh harapan, dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2566/2015, kedepannya Kota Pontianak bisa lebih maju dan makmur, terutama dalam hal perekonomian.  “Kita semua harus berdoa, pada tahun mendatang, Kota Pontianak khususnya dan Kalbar pada umumnya akan semakin maju dan sukses,” tandas Hasim. (Syaiful) 

(dibaca 593 X)