Shalat Ied, Ribuan Jama’ah Padati Taman Alun Kapuas

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Gema Takbir berkumandang menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H, hari kemenangan Umat Islam setelah sebulan penuh melaksanakan puasa Ramadhan.

Ribuan Jama’ah Shalat Ied memenuhi ruas Jalan Rahadi Usman untuk melaksanakan shalat berjamaah, Kamis (8/8) lalu. Walikota PontianakAngin Segar Bagi Ponpes Darunnaim. Lanjut Baca ... », Sutarmidji turut memimpin mengumandangkan takbir sebelum dimulainya pelaksanaan Shalat Ied. Kendati cuaca sempat mendung, Shalat Ied berjalan lancer hingga usai.

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji mengajak seluruh jamaah, menjadikan momentum Idul Fitri 1434 H untuk mengevaluasi dan intropeksi diri agar bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. “Mudah-mudahan semua ibadah kita selama bulan suci Ramadan 1434 H mendapat pahala dari Allah, SWT dan menjadi bekal kita dalam menghadapi kehidupan yang hakiki kelak,”ujar Sutarmidji.

Ia juga mengajak seluruh umat untuk menjaga iklim yang kondusif di Kota Pontianak. Kondisi yang telah ada, kata dia, agar bisa ditingkatkan lagi kedepannya.  Sutarmidiji secara pribadi dan atas nama Jajaran Pemerintah Kota Pontianak menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat apabila ada pelayanan dari jajarannya yang kurang mengenakkan.“Anggap itu sebagai suatu proses kita menuju kepada hal yang lebih baik lagi,” kata dia.

Dalam Khutbahnya,Khatib Shalat Ied,Ustadz H Miftahul Ulum mengajak Jama’ah untuk bisa menyantuni kaum Dhuafa,  karena dengan demikian dapat menyelamatkan diri dari siksaan api neraka. “Kaum Dhuafa itu tidak hanya terbatas pada orang miskin saja, tetapi bisa juga Panti Asuhan, Pondok Pesantren, membangun Masjid, anak yang putus sekolah dan lainnya,”kata dia.

Selain itu, Khatib juga mengajak umat Islam untuk bersama-sama membersihkan hati, menghilangkan rasa benci, dengki dan menggantinya dengan Mahabbah dan Marhamah serta kasih sayang dengan hati terbuka, wajah yang jernih dan tangan yang diulurkan serta saling bermaaf-maafan. “Kita buka lembaran baru yang putih bersih, kita tutup halaman lama yang mungkin banyak kotoran dan noda,” tutupnya.

(fauzi)

 

(dibaca 459 X)