Sidang Terdakwa Lily Aniaya 3 Anak Kandung

| Share on Facebook
ff didampingi kuasa hukumnya bambang s

Korban FF (baju merah hitam) didampingi Kuasa hukumnya

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Sidang kasus penganiayaanPolisi Maen Hajar' ARKB Tuntut Tanggungjawab Kapolda. Lanjut Baca ... » atas nama terdakwa Lily Susanty, ibu kandung terhadap anak kandungnya sendiri yang berinisial FF (11), EF (13) dan E pada Rabu lalu, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, mendapat pengawalan khusus aparat kepolisian.

Kepada sejumlah media, FF saat ditemui sebelum sidang, dengan polos mengungkapkan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh ibunya kepada dirinya dan saudara-saudaranya. “Alat kelamin saya dipukul oleh ibu menggunakan ikat pinggang hingga tidak bisa ereksi. Sekarang sudah bisa kencing, cuma, gak bisa ereksi, waktu pertama-tama sakitnya sampai seminggu dan gak bisa buang air kecil,” akunya dengan polos di aula PN Pontianak.

Atas tindakan yang dilakukan oleh ibunya itu, FF berharap ada balasan setimpal yang diterima ibunya itu.  “Udah tidak peduli sama Lily, bukan hanya satu kali dan ini yang buat titit saya gak bisa hidup, tapi sering dan bukan hanya sama saya tapi pada abang (EF) dan E (adik korban) juga, biar dipenjara saja” ucap FF.

Sementara ayah FF, Ali Sapudin, mengatakan kejadian tersebut bermula sejak tanggal 3 Febuari 2012. Ia menuturkan bahwa Lily (isterinya) memukuli anaknya dengan ikat pinggang beberapa kali, lantaran tidak mau mandi. “Saya melihat dia (terdakwa) mengambil ikat pinggang dari atas lemari dan memukul FF dan mengenai alat kelamin anak saya,” ucapnya.

Lily yang dikonfirmasi sejumlah media mengakui bahwa dirinya melakukan pemukulanIni Alasan Akbar CS "Blanat" Sariansyah. Lanjut Baca ... », tetapi ia membantah memukul alat kelamin anaknya. “Saya ibunya, gak mungkin saya tega memukuli anak sendiri seperti itu,” kata dia.

Berdasarkan hasil visum yang dibacakan oleh JPU, TH Silalahi, bahwa korban mengalami luka memar pada bagian selangkangan atau di bawah pusat. Kemudian terdakwa dalam persidangan tidak mengakui jika ia memukuli anaknya hingga alat kelaminnya tidak bisa ereksi. (cece)

(dibaca 587 X)