Sidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu

| Share on Facebook
kesaksian sigit

Sidang pembuktian agenda mendengarkan keterangan Saksi dalam kasus Tipikor Irigas Jangkang di PN Pontianak, Rabu (4/2)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Sidang pembuktian dengan agenda mendengarkan keterangan dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Proyek Irigasi Jangkang Kabupaten Sanggau atas nama  terdakwa Rivai di lantai II  Pengadilan Negeri  Pontianak menghadirkan 2 orang saksi.

Dalam keterangannya di hadapan Majelis Hakim, Saksi Sigit Purnomo yang menjabat selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek pada tahhun 2010 silam itu membenarkan bahwa dirinya telah diperiksa oleh Penyidik kepolisian terkait proyek yang bersumber dari keuangan negara (APBN) sebesar Rp14,5 milyar. “Iya, semuanya (BAP kepolisian) sudah benar,”  kata Sigit mengawali kesaksiannya, Rabu, 4 Februari 2015.

Berkenaan dengan tugas dan tanggungjawabkan sabgai PPTK ketika itu, kata Sigit, dirinya mendapat penugasan langsung dari Kepala Dinas PU selaku Pengguna Anggaran (PA). “Berdasarkan keputusan Kadis. Tugas dan tanggungjawab PPTK mengendalikan pelaksanaan kegiatan, melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan, dan menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran kegiatan. Lansung ke Kadis,” jelas Sigit.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Ahmad Syaripudin, S.H.  dan didampingi Hakim Anggota Sastra Rasa, S.H., M.H dan Yamto Susena, S.H., M.H. mencecar Saksi dengan sejumlah pertanyaan yang membuat Saksi bolak balik membuka dokumen yang ia bawa. “Kalau lupa katakan lupa. Coba Saudara jelaskan apa saja item-item pekerjaan  yang ada dalam kontrak proyek itu  dan apa saja item yang terlaksana sebelum dan setelah addendum !” pinta Hakim Sastra menegaskan kembali pertanyaan Penuntut Umum yang dikomandoi Rya Dilla,S.H.

Saksi Sigit yang memahami item-item pekerjaan menjelaskan bahwa ada bebereapa item yang ia rancang selaku PPTK tidak dimasukan dalam kontrak kerja. “Di empat lokasi itu ada item masing-masing,” jawabnya seraya menyebutkan satu persatu item-item ditiap lokasi proyek. Dikatakan Sigit item dimaksud meliputi persiapan, pekerjaan jaringan sekunder, pekerjaan jaringan tersier, pekerjaan saluran pembagi, pekerjaan bendungan, dan jalan. Adapun masa waktukerja sesuai  kontrak yakni 75 hari kalender.

“Sebelum addendum tanggal 8 Desember 2010 bobotnya 39%, setelah berakhir masa addendum kontrak tanggal 29 Desember itu 100 % . Sebelum addendum ada beberapa item pekerjaan yang tidak selesai dilaksanakan oleh kontraktor, tapi item pekerjaan setelah addendum semuanya terlaksana 100%,” kata Sigit. Ia beralasan, item pekerjaan sebelum addendum yang tidak terlaksana itu akibat tingginya curah hujan dan adanya penghadangan oleh warga masyarakat setempat dimana proyek itu dikerjakan, sebab adanya lahan warga yang terkena dampak proyek.

“Artinya setelah adanya addendum, mulai tanggal 9 Desember sampai tanggal 29 Desember, kontraktor bisa menyelesaikan seluruh item pekerjaan 100% dalam waktu segitu?” cecar JPU lagi. Sedikit ragu-ragu, Saksi pun menyebut bahwa seluruh item yang tertuang dalam dokumen kontrak addendum terlaksana seluruhnya.

Ditanya soal satuan harga volume salah satu item pekerjaan, Saksi yang mengakui bahwa berdasarkan perhitungan pihaknya, HPS, angka yang tertuang di dalam kontrak lebih tinggi. “HPSnya 135.103 M3, tapi di dalam kontrak angkanya 146.307 M3,” sebut Sigit.

Terkait pengawasan kata dia, dirinya bersama 2 staff Pengawas, Ucok dan Zulkifli selama pekerjaan berlangsung rutin turun ke lapangan. Selain itu, tambah Sigit, ketika adanya pemeriksaan pekerjaan dari BPKP, ia pun dhubungi Penyidik untuk mendampingi petugas BPKP dan Dinas PU Provinsi.  “Semua lokasi (4 lokasi) didatangi. Ada 4 orang yang turun ke lapangan,” aku PPTK itu.

Namun sebagai seorang yang paham akan penghitungan nilai volume pekerjaan kontruksi, ia mengaku heran cara pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas BPKP dan orang PU itu. “Tidak ada bawa (alat ukur) apa-apa, hanya masuk jalannya saja, tidak masuk ke dalam irigasinya. Ukurnya berpatokan pakai ‘speedometer’ kendaraan sepeda motor,” ungkap Sigit Purnomo.   (novi)

borse alviero martini

vivienne westwood sale

(dibaca 1164 X)