Sikapi Benih Kebangkitan Faham Komunis di Indonesia

| Share on Facebook
koor

Gubernur kalimantan barat Drs. CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... », MH., menyaksikan penampilan kontestan lomba Paduan Suara dari Kabupaten LandakKarolin MN Potensi Calon Tunggal di Kab.Landak. Lanjut Baca ... » yang bertarung dalam lomba Paduan Suara memperingati HUT 43 PDI perjuangan, di Rumah Radakng Pontianak, Jumat (13/5

Cornelis : Kita Tetap Ideologi Pancasila

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Akhir-akhir ini banyak sekali foto atau berita yang memuat akan bangkitnya Faham Komunis. Isu ini pun menjadi ramai diperbincangankan publik terutama media sosial. Berbagai upaya kebangkitan Faham Komunis nampaknya bukan hanya isapan jempol semata. Dengan berbagai dalih, Faham yang bersimbol Palu Arit itu mencoba merebut hati pemerintah agar memberikan pengakuan terhadap eksistensinya, terbukti dengan beredarnya berbagai foto orang yang menggunakan kaos bergambar Palu Arit yang menjadi simbol PKI sejak dahulu.

Gubernur Kalimantan Barat Drs, Cornelis, MH., menegaskan bahwa di Indonesia tidak boleh ada ideologi lain selain ideologi negara yakni Pancasila, “Sampai hari ini ideologi komunis tetap dilarang di Indonesia, kita tetap ideologi Pancasila,” tegas Cornelis, usai menghadiri Perlombaan Paduan Suara tingkat Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperingati HUT ke 43 PDI Perjuangan, di Rumah Radakng Pontianak, Jumat (13/5).

Menurut orang nomor satu di Kalimantan Barat itu, dalam TAP MPRS Nomor 25 tahun 1966 mengatur kedudukan hukum pembubaran PKI dan ajaran-ajaran komunisme. Bahkan, TAP MPRS tersebut diperkuat dengan TAP MPR Nomor 1 tahun 2003, “ Ketetapan MPR soal soal pelarangan PKI ini tidak dicabut, maka keberadaan PKI dan ajaran komunisme sampai hari dilarang di Indonesia, ideologi kita satu yakni Pancasila,” tegas Cornelis. Dirinya mengingatkan agar ideologi Pancasila yang sudah menjadi dasar negara Indonesia agar terus menerus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mantan Bupati Landak itu mewanti-wanti ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Ia menduga ada  upaya secara terstruktur dan massif yang memicu pada perpecahan dalam bingkai NKRI, seperti makin maraknya peredaran narkotika, aliran radikal maupun komunisme. Untuk itu Cornelis mengingatkan pentingnya diperkuat penanaman empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tungga Ika. Red

(dibaca 136 X)