Silaturrahmi Kaum Pergerakan PMII Bersama Muhaimin Iskandar

| Share on Facebook
Silaturahmi Kaum Pergerakan PMII bersama Muhaimin Iskadar di Pontianak (foto;alam)

Silaturahmi Kaum Pergerakan PMII bersama Muhaimin Iskadar di Pontianak (foto;alam)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Lewat tema “Tri Komitmen PMII sebagai Resolusi Kepemimpinan Negeri” Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs. A Muhaimin Iskandar, M.si., menggelar silaturahmi dengan Kaum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalbar di ruang Takakar Convention Hall Grand Mahkota Hotel Pontianak, Selasa, 14 Oktober 2013.

Mengawali pembicaraan, Muhaimin menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya hadir dalam acara yang dihadiri  sekitar 100 orang pengurus, kader dan alumni PMII dari beberapa Kabupaten/Kota serta sejumlah pengurus Partai PKB Prov Kalbar dan Kota Pontianak tersebut.

Dalam paparannya, Muhaimin  mengatakan, keberhasilan yang menghantarkannya hingga menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi saat ini dirintis dari bawah. Yakni, mulai bergabung dengan organisasi mahasiswa termasuk PMII, bergabung dalam partai politik yang akhirnya mendapatkan posisi seperti sekarang. “Itu semua tidak terlepas dari buku-buku  dan ajaran dari PMII, dimana interdependensi PMII  ditempatkan dalam konteks keteladanan ulama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. PMII memiliki mayoritas anggota dari kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah, dengan memegang prinsip Ukhuwah islamiyah, Amar ma’ruf nahi munkar, mabadi khoiri umah, l-musawah dan hidup berdampingan dan berdaulat secara benar,” ujarnya.

Sementara dalam tema  “Tri Komitmen PMII”, kata Muhaimin,  mencakup kejujuran, kebenaran  dan keadilan. PMII, lanjutnya, merupakan suatu wadah atau perkumpulan organisasi kemahasiswaan dengan label ‘Pergerakan’ yang Islam dan Indonesia yang mempunyai tujuan terbentuknya pribadi muslim Indonesia  yang  Bertaqwa kepada Allah Swt, Berbudi luhur, Berilmu, Cakap dan Bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmu pengetahuannya.

“Melihat perkembangan saat ini, negara-negara Islam telah mengalami perubahan peradapan umat Islam dengan terjadinya krisis horisontal, vertikal sampai dengan konflik. Namun, bangsa Indonesia dikenal sebagai negara yang mayoritas berumat Muslim dapat dijadikan contoh dunia bahwa Islam di negara Indonesia adalah Islam yang santun. Indonesia tidak terlepas dari keislaman dan keislaman tidak terlepas dari bangsa Indonesia, yang dapat digunakan sebagai solusi bangsa Indonesia sendiri dengan melihat sejarah masuknya Islam ke Indonesia melalui Timur Tengah dan India, yang akhirnya membawa keberadapan Islam di Indonesia termasuk NU yang menampung pemuda mahasiswa Islam dalam wadah PMII guna mengembangkan paham Ahlussunah Waljamaa’ah,” ulas Muhaimin.

Ia pun berharap, kader-kader PMII dapat menjadikan pemimpin bangsa dimana pembangunan dan pembaharuan mutlak memerlukan insan-insan Indonesia yang memiliki pribadi luhur, taqwa kepada Allah, berilmu dan cakap serta bertanggungjawab dalam mengamalkan ilmu pengetahuannya. “Perlu dipahami bersama perubahan bangsa Indonesia saat ini. PMII, harus turut serta memikirkan dan bertanggung jawab, karena dengan adanya globalisasi modern, menjadikan bangsa Indonesia sebagai negara yang menjadikan sorotan dunia. Indonesia dijadikan sebagai pusat pasar dunia,  yang mana akan muncul dampak positif dan negatif.  Sisi positifnya, perekonomian Indonesi akan senantiasa terjaga oleh pasar dunia. Sementara, sisi negatifnya  bangsa Indonesia sebagai obyek  tidak pernah mampu mandiri, dimana negara miskin hanya sebagai pembeli dan tidak memproduksi. Menjadi tempat berjualan bagi pasar dunia,” terang Muhaimin.

Untuk itu, kata Muhaimin, saat ini perlu adanya kebersamaan guna menjadikan bangsa Indonesia yang mandiri dengan memiliki SDM yang memadai dan memiliki daya saing dengan negara lain.  “Pasar dunia, melihat bangsa Indonesia memiliki potensi kekayaan alam / sumber daya alam yang belum tereksploirasi. Maka, perlu perubahan revolusioner, perubahan dalam perombakan dari segala bidang untuk menjadikan bangsa Indonesia yang maju,” tandasnya. (alam)

(dibaca 633 X)