SK Bupati Kubu Raya Picu Masalah

| Share on Facebook

demo pt mar

Laporan warga bulan Maret 2014, Ntah…lah ?

LENSAKAPUAS, KUBU RAYAKPPS Pertanyakan Pemotongan Honor oleh KPUD KKR. Lanjut Baca ... » –  Tuntutan ratusan warga Desa Gunung Ambawang Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya  kepada pihak Manajemen PT MAR yang berkantor di Desa Telok Pakedai Kecamatan Telok Pakedai, Senin (2/2),  disikapi serius Pemkab Kubu Raya. Asisten I Bidang Pemerintahan Setda KKR, Nendar Soeheri yang hadir ketika itu berjanji kepada masyarakat yang mendatangi kantor perusahaan perkebunan kelapa sawitSawit Kalbar Terkendala Tata Ruang dan Pelabuhan. Lanjut Baca ... » milik pengusaha  asal Thailand itu untuk segera mencari solusi atas persoalan yang sedang dihadapi.

“Kita dari Pemda ingin clear dan clean, jadi akan ditinjau kembali terhadap SK 262 itu. Hari Kamis (4/2) nanti kita akan langsung rapat. Kita akan koordinasi dengan Camat Kubu dan Desa Telok Pakedai serta stakeholder lainnya.  Katanya ada berkas laporan dari masyarakat yang masuk pada bulan Maret 2014, tapi sampai sekarang tidak ada masuk ke kita,” ucap Nendar Soeheri.  Kemudian, lanjut Asisten I, terkait bagi hasil perkebunan (plasma), akan dikontrol sesuai SK Gubernur Kalbar.

Sebelumnya, Aryo salah satu pimpinan PT MAR kepada warga juga berjanji  akan segera menyelesaikan permasalahan pembayaran bagi hasil kepada yang belum menerima. “Bagi hasil sesuai peraturan yang berlaku. Blok-blok yang tidak bermasalah sudah dicairkan, sementara blok-blok yang bermasalah masih tunggu hasil verifikasi dari TP4L baru akan dibayarkan, untuk sementara ditangguhkan dulu. Saya janji 100% bahkan 1.000%  uang akan aman disimpan di Bank,” kata Aryo.

Ucapan pimpinan PT MAR itu kontan menuai celotehan seorang warga yang paham soal penyimpanan uang di rekening Bank.  “Kalau disimpan di Bank memang aman, lalu bagaimana dengan bunganya? Akal-akalan jak biar uang kami berbunga dulu baru diambil,” sindir seorang pemuda yang berdiri di samping LensaKapuas seraya berlalu.

Menyikapi adanya tuntutan warga, Camat Telok Pakedai Ruspendi turut serta dalam penyelesaian persoalan antara masyarakat dengan perusahaan menganggap wajar dan sah-sah saja apa dilakukan warga. Menurutnya, terhadap tuntutan warga itu harus disikapi secara arif dan bijaksana oleh pihak manajemen perusahaan. “Permasalahn blok itu, karena ada yang masuk Desa Gunung Amabwang Kec. Kubu, dan ada yang masuk Desa Arus Desar Ke. Telok Pakedai. Masalahnya tapal batas desa,” kata Ruspendi.

Sementara, pihak manajemen PT MAR, Pendi  kepada LensaKapuas mengatakan akan merespon secara serius apa yang diinginkan sesuai ketentuan yang ada. “Aturan main kami ada. Untuk diketahui, terhadap bagi hasil terlebih dahulu akan diverifikasi dan ditetapkan oleh TP4L. Dan ini syarat mutlak.  Blok yang dipending itu karena menyangkut SK 262/2013 tentang Tapal Batas Desa,” ucap Mantan Camat yang kini menjadi bagian manajemen PT MAR menjelaskan.

Menurut dia, blok yang bermasalah itu ada 4. “Ada 4 blok, kalau yang lain tidak ada masalah,” tandasnya. (**/Red)

(dibaca 712 X)