Soal Ijin Tower di Bahu Jalan Siam Bisa Keluar

| Share on Facebook

imb tower

Dino : Beberapa Dokumen Mungkin “Copy Paste”  

LENSAKAPUAS, PONTIANAKEdi Kamtono Optimis Menang Satu Putaran. Lanjut Baca ... » Sejumlah warga yang ada di Jalan Siam RT 003 RW 004, Kelurahan Benua Melayu Darat Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak yang  keberatan terhadap pendirian tower yang berdekatan dengan usaha mereka, meminta kepada pihak pemilik usaha Telekomunikasi Mikro Seluler dan Fiber Optik PT. Tower Bersama Group Tbk untuk memindahkan lokasi pendirian tiang antena yang sudah berdiri tegak di depan ruko mereka.

Hal tersebut diungkap warga ketika pertemuan mediasi antara pihak PT. Tower Bersama Tbk dengan warga yang di ruang kerja Lurah Benua Melayu Darat (BMD) Fransiskus X Ijuk dan dihadiri dari pihak Kecamatan Pontianak Selatan, Bapedda, Kepolisian, dan Babinsa pada Selasa (01/03/2016).

Dalam pertemuan tersebut, Lurah Benua Melayu Darat Fransiskus memberi kesempatan kepada para pihak untuk menyampaikan segala sesuatu terkait keberadaan tower.

Pihak kepolisian IPDA Rohim yang ikut hadir ketika itu sempat mempertanyakan kepada pengelola tower mengenai tujuan maupun prosesnya hingga pembangunannya bisa terlaksana. “Kepada pengelola, silahkan jelaskan apa tujuan didirikannyanya tower, setahu saya sebelum itu didirikan harus ada sosialisasi dengan warga dengan warga perumahan, mengapa hal ini bisa terjadi, supaya jangan terulang dikemudian hari. Tujuan itu bagaimana, prosesnya, waktunya itu bagaimana?” tanya Rohim membuka sesi dialog.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Supervisor Submit Civil Mekanical Eletrical PT. Tower Bersama Tbk, Dino, menjelaskan bahwa latar belakang hingga terjadinya kerjasama pihak PT. Tower Bersama Tbk dengan Pemkot Pontianak.

Pertama-tama, terangnya dia, pihak PT. Tower Bersama Tbk melakukan pengajukan audiensi dengan Pemkot Pontianak terkait rencana investasi berupa pembangunan Tower Mini. Selanjutnya Wali Kota yang mendisposisikan hal tersebut ke Bappeda Kota Pontianak, dan pengajuan tersebut disambut baik oleh Pemkot untuk diselaraskan dengan program Smart City. Pengajuannya di beberapa titik strategis, yang mana tujuannya juga untuk memantau aktifitas masyarakat di sejumlah wilayah Kota Pontianak.

Terkait perijinan, kata Dino, memang diperlukan sosialisasi kepada warga. Namun, sambungnya, ada peraturan Walikota PontianakRealisasi Program Langka' Pemkot Pontianak Raih Rekord Muri. Lanjut Baca ... » yang mengatur tentang apa saja jenis perijinan yang memang perlu dilakukan sosialisasi. Hal itu (sosialisasi) diperlukan manakala untuk penyusunan dokumen UKL/UPL di Lingkungan Hidup.

“Ternyata LH menyatakan bahwa berdasarkan Perwa,  karena pendirian tower tersebut tidak melebihi ketinggian 20 meter, cukup dihendel dari BP2T saja.”

Dino mencurigai Pemkot Pontianak telah melakukan kesalahan penulisan administrasi dalam hal penerbitan ijin yang diberikan kepada pihaknya, bahkan ia mensinyalir dokumen yang dikeluarkan Pemkot Pontianak itu  “copy paste”.

“Mungkin dari beberapa dokumen, yang membuat salah pengertian, beberapa dokumen yang mungkin copy paste, maka tercantumlah kata tower disitu, maka warga-warga pun menjadi resah,” kata Dino. Ia mengaku sudah beberapa kali menjelaskan, hanya saja, sambungnya, warga menginginkan agar penyelesaian dapat dilakukan secara musyawarah dengan duduk satu meja.

“Kami dari TBK adalah perusaan terbuka, bahasanya sangatlah tidak mungkin investasi di suatu daerah tanpa mengikuti peraturan yang berlaku di daerah dimana kita berinvestasi, kita sudah jajaki itu, kita sudah ikuti itu, hingga terbitlah IMB,” terang Dino.

Ketika Lensakapuas bermaksud menggklarifikasi hal tersebut kepada Walikota Pontianak Sutarmidji melalui nomor handphone selulernya Selasa (01/03) sore, hingga berita ini diturunkan Sutarmidji tidak memberikan respon maupun komentar.

Adapun ijin dimuksud, yakni keluarnya Keputusan Walikota Pontianak, Nomor 648/RG/701150057297-B/BP2T-2015 tentang Ijin Mendirikan Bangunan, tanggal 18 Desember 2015 yang ditandatangani oleh Walikota Sutarmidji.   (Novi)

 

(dibaca 383 X)