Ini Bunyi Somasi PT. TMU Terhadap Pokja Dinas PU Sekadau

| Share on Facebook
junaidi advokat
Junaidi, kuasa hukumViktor : PERADI Dibentuk Berdasarkan UU Advokat. Lanjut Baca ... » PT. TMU

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – PT. Tri Mandiri Utama (PT. TMU) yang digugurkan oleh ULP Kelompok Kerja Pengadaan Barang / Jasa (Pokja) di Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau Kalbar, melalui kuasa hukumnya Junaidi, SH, MH akan melakukan gugatan hukum. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan mensomasi Pokja. Berikut bunyi somasi yang dilayang PT. TMU Cq AdvokatViktor : PERADI Dibentuk Berdasarkan UU Advokat. Lanjut Baca ... » Junaidi & Assosiate :

Kepada yang terhormat : Kelompok kerja Unit Layanan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah pada bidang Bina Marga di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau Tahun 2016.

D/a.  Jalan Merdeka Timur  KM. 9.0 komplek perkantoran Pemkab Sekadau di Kabupaten Sekadau.

Dengan hormat,

Untuk dan atas nama serta mewakili direktur PT. TRI UTAMA MANDRI yaitu berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 12 Pebruari 2016 sebagai mana foto kopi terlampir.

Dengan ini kami selaku kuasa hukum mengajukan somasie kepada Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa pada bidang Bina Marga di lingungan Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau Tahun Anggaran 2016 yaitu sebagai berikut:

  1. Bahwa sebagai mana telah dilakukan dan di ketahui bahwasannya dengan di keluarkan nya Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor : 927/06/pokja.ULP.DPU.Tam.BM/II2/2016 tangal 19 Februari 2016 dan dengan dilanjutkan pengumuman pemenang kepada PT.BANUA ADAU PERKASA tentang pekerjaan peningkatan jalan kabupaten (DAK SPP), peningkatan Jalan Bordan Nadi dan Jalan Ahmad Yani dengan pagu dana Rp. 7.531.147.000,00;

  2. Bahwa selanjutnya PT. TRI MANDIRI UTAMA  telah melakukan sanggahan pada tanggal 24 Februari 2016, nomor 10/TMU/SGH-SKD/II/2016 yang mana isi sanggahan tersebut telah dijawab oleh POKJA pada tanggal 24 Februari 2016, yang mana isi jawaban sanggahan tersebut yaitu pada intinya penawaran dari PT.TRI MANDIRI UTAMA digugurkan pada tahapan Evaluasi Administrasi dan Evaluasi Teknis.

  3. Bahwa jawaban sanggahan dari POKJA, menurut hemat kami sangat kontradiktif dan bertentangan dengan fakta hukum yang ada, hal ini terbukti dari :

Fakta hukum yang terdapat dalam Berita Acara Pelelangan sangat jelas dan tegas menjelaskan : perusahaan yang lulus evaluasi ada tujuh (7) penawaran perusahaan. Kemudian tahapan selanjutnya evaluasi teknis yang lulus ada dua (2) penawaran perusahaan. Kemudian tahapan evaluasi kewajaran harga yang lulus ada dua (2) penawaran, kemudian tahapan evaluasi kualifikasi/verifikasi yang lulus ada satu (1) penawaran perusahaan dan yang tidak lulus satu (1) penawaran perusahaan.

Tahapan-tahapan evaluasi ini telah menjadi ketentuan berdasarkan Perpres No. 70 Tahun 2012 sebagai perubahan kedua dari Perpres No. 54 Tahun 2010, maksudnya apabila telah melewati tahapan evaluasi administrasi barulah memasuki tahapan evaluasi selanjutnya yaitu evaluasi teknis….dan seterusnya.

Artinya apa bila telah melakukan tahapan evaluasi kualifikasi, maka tidak bisa dikatakan tidak lulus tahapan evaluasi administrasi dan evaluasi teknis sebab tahapan tersebut telah selesai di lakukan dan telah ada Yang di nyatakan lulus, karena sistem yang di pakai adalah SISTIM GUGUR. (Novi)

(dibaca 552 X)