“Cerite” Baru Ponton Senggol Tol Kapuas

| Share on Facebook
Lalu lintas Ponton Pengangkut "Bauksit Mentah" seperti ini, sudah menjadi pemandangan biasa di Perairan Sungai Kapuas, Kalbar. Setiap hari puluhan hingga ratusan unit Ponton lalu lalang membawa Harta Kekayaan Alam  Kalbar keluar Daerah (foto; nv)

Lalu lintas Ponton Pengangkut “Bauksit Mentah” seperti ini, sudah menjadi pemandangan biasa di Perairan Sungai Kapuas, Kalbar. Setiap hari puluhan hingga ratusan unit Ponton lalu lalang membawa Harta Kekayaan Alam Kalbar keluar Daerah (foto; nv)

Status “Bauksit Mentah” Dalam Tongkang Illegalkah?

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Pasca insiden yang sempat menghebohkan warga Kota Pontianak, Ponton senggol Jembatan Tol Kapuas I hingga menyebabkan 1 vender patah pada jumat (30/08) pekan lalu, disusul hamtaman lagi kemarin siang, mengundang reaksi  sejumlah pihak. Bahkan, fenomena baru yang mulai terkuak saat insiden jumat malam seakan terlupakan oleh pemangku kepentingan, dari aparat pemerintahan setempat yang punya wewenang khusus dalam hal perinjinan operasi produksi tambang.

Fenomena dimaksud, berkenaan bahan galian mentah yang diangkut menggunakan ponton super gede bewarna orange, yang hampir setiap hari melenggang santai keluar wilayah Provinsi Kalbar menyusuri alisan Sungai Kapuas hingga ke muara. Entah dibawa kemana ? Kabarnya dibawa ke Luar Negeri.

Sekedar untuk diketahui, Pemerintah telah mengeluarkan seperangkat  aturan tentang itu, diantaranya : Per­men ESDM No.7 Tahun 2012, tentang bea keluar ekspor ba­han mentah. UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. PP Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. PP No. 55 Tahun 2010 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan ·Mineral dan Batubara.

Sebelumnya, Walikota PontianakRealisasi Program Langka' Pemkot Pontianak Raih Rekord Muri. Lanjut Baca ... », H. Sutarmidji, SH,M.Hum sempat menyinggung persoalan tersebut pada jumat (30/08) malam. “Yang saya heran, bauksit ini benar kah nggak boleh diangkut seperti itu, setahu kita itu harus smelter artinya setengah jadi, tapi inikan bahan mentah, kok bisa tu diangkut bauksitnya, kenapa kok bisa dan berapa banyak?”

“Masalah perijinan itu bukan kewenangan kita, tapi itu kalau tidak ada ijin, berarti penyelundup, saya tidak tahu pasti, tetapi apa benar barang mentah bisa dibawa seperti itu, berapa banyak, berapa tongkang satu hari di bongkar dimuara sana,” tandasnya.

(novi)

(dibaca 699 X)