Stok BBM Kalbar Masih Aman Hingga Akhir Tahun

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Terkait rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak ( BBM ) bersubsidi, SPBU di beberapa wilayah di Kalbar khususnya di kota Pontianak sudah ramai antri. Bahkan ada SPBU yang kehabisan premium dan solar, sehingga harus mengisi Pertamax Plus.

Senior Supervisor Hubungan Eksternal Pemasaran Daerah Pertamina Wilayah Operasi VI Kalimantan Andar Titi Lestari mengatakan bahwa kuota bbm jenis premium setiap bulan naik 3%. “Kalimantan Barat hingga Oktober 2014 penyaluran BBM bersubsidiPengawasan Distribusi BBM Bersubsidi Hanya di Kota. Lanjut Baca ... » jenis premium sebesar 49.966 KL atau juga lebih besar dari bulan sebelumnya sebesar 46.244 KL,” katanya saat di konfirmasi melalui telfon, Senin (17/11).

Andar menambahkan, penyaluran solar bersubsidi di Kalimantan, pihaknya  telah menyalurkan sesuai kebutuhan dan relatif bertambah.  “Total realisasi hingga Oktober 2014 sebesar 890.486 KL. Untuk Kalimantan Barat, jenis solar pada bulan september kurang lebih 21.000 KL sedangkan bulan Oktober 22.000KL, ada penambahan setiap bulannya, ” ujarnya.

Menurutnya, stok BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat hingga akhir tahun ini cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panik.

Andar juga menuturkan terkait pengusaha pertamina yang nakal telah diberi sanksi, dan tidak diberi stok solar. “Untuk di Kalimantan Barat sendiri ada 15 laporan terhadap SPBU yang nakal dan akan dibina lebih lanjut,” ungkap Andar.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Nowo mengatakan untuk menjaga keamanan jelang kenaikan BBM, Polda Kalbar telah menempatkan petugas polisi di setiap stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU). “Kami juga melakukan langkah pengamanan, seperti patroli dan menangkap beberapa pelaku penimbun BBM bersubsidi oleh oknum yang ingin memanfaatkan peluang rencana kenaikan BBM bersubsidi untuk keuntungan pribadi. Polda Kalbar berhasil amankan ribuan ton solar, kurang lebih 94 kasus pada tahun 2014 ini,” ujar Kabid Humas

Meidi, Supervisior SPBU di Jalan Gusti Hamzah Pontianak Kota mengaku pada hari Sabtu (15/11) BBM jenis premium dan solar di tempatnya kosong lantaran keterlambatan pengiriman. “Iya memang kosong karena kapalnya terlambat datang, satu hari saja kosong,” ujarnya di konfirmasi melalui via telpon.

Kemudian di SPBUnya di jaga oleh dua orang anggota kepolisian dari polsek, untuk berjaga-jaga dan antisipasi keributan. Lebih lanjut ia juga selalu menghimbau kepada pemilik mobil mewah agar selalu mengisi pertamax. “Paling susah menghimbau mobil mewah tapi kalau plat merah harus ke pertamax,” ungkapnya.(cece)

(dibaca 553 X)

None found.