Sulaiman Sufi : IOM Harus Beri Kompensasi Pemakaian Gudang Bagi Pengungsi Rohingya

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, LANGSA –  Direktur CV. Gresha Sulaiman Sufi, pemilik gudang di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa mengaku kecewa atas pernyataan Wali Kota Langsa yang akan membongkar gudang miliknya jika tidak memberikan izin untuk menempatkan para pengungsi Rohingya. Pernyataan seperti itu, kata importir di Kota Langsa ini, menunjukan sikap arogansi Wali Kota sebagai pejabat publik.

Kemudian, kata dia, tidak ada alasan bagi Pemerintah Kota Langsa untuk melarang IOM (International Organization for Migration) membayar konsekuensi pemakaian gudang untuk penempatan warga pengungsi Rohingya di kawasan pelabuhan tersebut.  “Kami membangun gudang dengan modal, semua prosedur bangunan dipenuhi dan ada izin mendirikan bangunan (IMB)nya dari Pemko Langsa. Bagaimana pula Toke (Wali Kota) mau membongkar gudang kami,”heran  Sulaiman seraya menyebut perhatian Pemko yang berlebihan terhadap warga  asing, sementara warga sendiri diintimidasi.

Untuk itu, ia meminta tanggungjawab IOM selaku organisasi dunia yang menangani masalah migrasi harus bertanggungjawab atas pengungsi Rohingya, bukan Pemko. “Merek harus memberikan kompensasi kepada pemilik gudang yang telah digunakan sebagai tempat penampungan para pengungsi,” tegas Sulaiman Sufi di SPBU Alur Bemban Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang, Senin (29/6).

Secara terpisah, Ketua Satgas Rohingya dan Bangladesh, Maman Budiman ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa gudang eks monza yang ditempati para pengungsi Rohingya disegel oleh pemiliknya dan diminta agar dikosongkan. Atas persoalan tersebut, pihaknya telah berupaya mencari sumbangan secara swakelola dan dari para donatur untuk membayar sewa ke pemilik gudang, karena pihak UNHCR maupun IoM tidak mau menanggulangi biaya dimaksud.

“Ya, kami minta waktu pak Samad supaya kami bisa cari uang untuk bayar sewa gudang, karena pihak lain juga belum mau memberikan bantuan uang sewa gudang tersebut,” ujar Maman.

Kemudian, menyikapi desakan pihak Pelindo yang meminta untuk mengosongkan lahan yang kini ditempati oleh para pengungsi Myanmar dan Bangladesh, menurut dia, Tim Satgas belum menerima surat resmi dari pihak Pelindo.

“Sampai saat ini masih terus menunggu surat resmi dari Pelindo perihal pengosongan lahan. Supaya kita lebih cepat berkoordinasi ke tingkat pusat,” kata Maman yang juga Kepala Imigrasi Kelas II Langsa.  (Alam)

(dibaca 321 X)