Suryadi Tolak Teken Hasil BAP Polisi

| Share on Facebook
Sy. Achmad, Ketua LP3K RI

Sy. Achmad, Ketua LP3K RI

LENSAKAPUAS, MEMPAWAH – Ketua LP3K-RI Kalbar Sy. Achmad BI menilai prosedur penetapan tersangka terhadap Suryadi dengan sangkaan telah melanggar pasal tentang pencurian dan perusakan oleh Penyidik Polres Mempawah tidak objektif.

“Cara memutar balikan fakta di lapangan, seharusnya pihak aparat bukan menerima laporan sepihak. Jelas ini tidak adil. Apabila Suryadi melakukan pencurian ,apa yang dicuri ? Tentang perusakan, apa yang telah dirusak dan siapa saksinya? Ini baru prosudur, seharusnya pihak kepolisian tanggap dan segera menyelesaikan kemelut panjang ini dari awal, semua tentu ada sebab dan akibatnya jangan gara-gara kecil kasusnya dibesar-besarkan,” ucap Sy. Achmad.

Berikut penuturan Sy. Achmad terkait kasus yang ia nilai janggal penanganannya.

“Dimana awalnya pihak Polres Mempawah Pranoto lewat telphon selulernya meminta Suryadi untuk hadir pada hari Senin 9 Februari 2015 dalam rangka mediasi, namun entah kenapa rencana tersebut berubah, dimana Suryadi sempat di BAP dan ketika itu juga Suryadi menolak dengan membuat surat penolakannya yang disaksikan oleh beberapa LSM dan Media.

Suryadi  menolak menandatangani berita acara yang dibuat Pranoto selaku peyidik di Polres Mempawah dimana di dalam BAP  lengkap dengan pasal yang dituduhkan tersebut menyatakan bahwa Suryadi telah melakukan pencurian dan perusakan terhadap mobil milik Ashin.(9-2/15)

Hliyas , Sekretaris DPC LP3TRI Kabupaten Mempawah tidak terima BAP dan pasal yang dibaut dan dituduhkan  terhadap rekannya Suryadi, ia meminta pihak aparat jeli dimana tuduhan tersebut dinilainya tidak memiliki dasar dan bukti yang kuat secara hukum.Buktinya mobil yang dikatakan dicuri dan dirusak saat ini dalam keadaan baik dan sekarang masih terparkir di halaman kantor Polres Mempawah.

Seharusnya pihak aparat jeli dalam bertindak dimana mobil tersebut adalah sebagai Barang Bukti yang telah mengangkut kayu Hasti ke sawmel Ashin.Dan perlu di catat dan diingat bahwa Hasti juga pada  tahun 2013  pernah melaporkan Ashin di Polsek Sungai Kunyit karena merasa dirugikan atas perbuatan mengurangi voleme kayu ketamannya Joko Sutriyatno,SH yang pada saat itu menjabat sebagai Kapolsek Sui.Kunyit.Dengan alibi tidak ada barang bukti maka pihak Polsek tidak bisa memproses kasus tersebut. Pada tanggal 20 Nopember 2013 Hesti mendapatkan surat No : B/249/2013 Perihal undangan koordinasi dan mediasi dalam ruang penyelesaian masalah untuk hadir pada hari Juma’at 22 Nopember 2013 bertempar di ruang Unit Reskim Polsek Sunagi Kunyit.Berikutnya pada tanggal 3 Desember 2013 dengan surat No : B/300/XII/2013 Perihal Undangan Konfirmasi dan Klarifikasi masalah diminta hadir pada hari Senin 08 Desember 2013 pukul 09.00 bertempat di Polsek Sungai Kunyit Kab.Mempawah yang hingga saat ini belum juga ada penyelesaiannya.

Buntut dari kejadian ini tepatnya pada tanggal 20 Desember 2014 , Suryadi mendapat Surat Panggilan dari pihak Polres Mempawah dengan No : S.Pgl/276/XII/2014 untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka  penyidikan tindak pidana untuk hadir pada Selasa tanggal 23 Desember 2014 menghadap Aiptu Pranoto,Brigadir Agustinus Junaidi,SH dan Brigadir Ery Heryanto, diruang Unit IV Sat Reskim Polres Mempawah untuk didengar keterangannya sebagai saksi sehubungan dengan perkara dugaan tindak pidana  perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 335 KUHP.

Berikutnya pada Kamis,29 Januari 2015 Suryadi mendapatkan Surat Panggilan I dengan No : S.Pgl/32/I/2015/Reskim untuk menghadap Aiptu Pranoto, Bribka Agustinus Junaidi,SH dan Brigadir Eri Heryanto pada hari Selasa, 3 Februari jam 9.00 Wib di Kantor Sat Reskim Polres Mempawah untuk dimintai keterangannya sebagai Tersangka dalam perkara Tindak Pidana Pencurian, Pengerusakan atau Perbuatan tidak menyenangkan, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 362 KUHP Jo Pasal 406 KUHP atau Pasal 335 KUHP.”

 (Tim/Redaksi)

(dibaca 627 X)