Terdakwa AKBP Idha Bantah Kesaksian Haris

| Share on Facebook

Idha : Tak Ada Perjanjian Ringankan Pasal Tersangka Haris

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Terdakwa  AKBP Idha Prasetyo beserta  isterinya Titi yang dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)  membantah seluruh kesaksian Abdul Haris yang disampaikan dalam sidang pembuktian dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Pontianak, Rabu (4/2). Dalam kesaksiannya, Haris mengungkapkan bahwa  penjualan sertifikat dan apartemen miliknya, dimaksudkan untuk negosiasi pengenaan pasal ketika dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Polda KalbarAwak Kapal dan BB 19 Kg Ganja Diamankan Polda Kalbar. Lanjut Baca ... » dalam kasus penyalahgunaan NarkobaPolda Kalbar Sita 2,3 Kg Shabu. Lanjut Baca ... » dulu. 

Keterangan Haris,  saat ia ditangkap dan diperiksa Penyidik dalam kasus penyalahgunaan Narkoba di ruang Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar, dirinya mengakui bahwa ada meminta Penyidik untuk bisa meringankan hukuman akan disangkakan kepadanya. Yakni dengan cara memainkan pasal. Untuk bisa mewujudkan keinginannya itu, kata dia, bukan persoalan gampang. Harus ada timbal balik, uang. 

“Dalam kondisi tertekan, saya pun menjual 3 sertifikat dan apartemen supaya mendapat keringanan hukuman,  karena sudah ditetapkan jadi Tersangka dan berkas masuk tahap 2 (pelimpahan). Awalnya saya yang meminta diringankan, karena pak Pras bilang saya akan dihukum mati atau penjara seumur hidup, jadi saya stres. Serasa nyawa mau lepas. Lalu tahu-tahunya saya kena 10 tahun,”  kata Haris mengulas balik kisahnya ketika diperiksa Penyidik Polda.

Saat diperiksa oleh penyidik, lanjut Haris, prosesnya berlangsung secara kekeluargaan. Ia pun sempat bernegosiasi untuk mengubah pasal yang disangkakan senilai Rp100 juta.  “Mau tahap 2 di Kejaksaan, saya minta untuk mediasi saja, terus negosiasi. Oke Rp100 juta  Slamet Prayitno, setelah itu saya ambil uang dan saya serahkan melalui istrinya bernama Novi ke Slamet Prayitno,” beber Haris di hadapan Majelis Hakim.

Yamto Suseno, ketua Majelis Hakim didampingi Hakim Anggota Elyas dan Retno yang memimpin sidang itupun menegaskan kembali pernyataan Saksi Haris. “Apakah kamu punya apartemen,” tanya Yamto. “Iya, saya punya apartemen,” jawab Haris dengan yakin.

Terdakwa Idha yang diberi kesempatan oleh Majelis Hakim untuk mengajukan pertanyaan kepada Saksi, meminta Haris untuk mengakui fakta lapangan dan berkata jujur. “Akui saja saudara Saksi, tenang saja tidak perlu takut. 

AKBP Idha yang duduk disamping kuasa hukumnya secara tegas menolak semua pernyataan Saksi Haris.  “Hakim yang terhormat, saya dan istri saya membantah kesaksian yang diberikan saksi Abdul Haris. Semuanya tidak benar,” sangkal Idha. “Benarkan Anda datang menemui saya dan meminta jualkan sertifikat serta apartemen, tetapi jangan sampai ketahuan perempuan simpananmu ?” timpalnya. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Saksi Haris enggan memberi jawaban pasti. “Lupa,” ucap Haris singkat. (cece)

(dibaca 722 X)