Teror Bom Melotov Pasca Kasus Penganiayaan

| Share on Facebook

bom molotovLENSAKAPUAS, SUNGAI RAYA – Azizah Dewi (35) warga Labuhan Kude Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur mengaku terkejut saat mendengar ledakan di teras dapur rumahnya pada Senin (8/6) dini hari sekitar Pukul 03. 30 Wib. “Setelah mendengar suara ledakan, lantas saya melihat kobaran api yang membakar kain cucian tepat di teras dapur rumah,” ujar Dewi seraya menyebut sumber ledakan berasal dari bom molotov.

Dikatakannya bahwa ada 3 bom melotov yang di lempar orang tidak dikenal (OTK). “Hanya dua yang meledak, satunya lagi belum sempat meledak. Berkat pertolongan warga sekitar,  api dapat segera di padamkan,” ungkap dia. Tidak lama setelah api berhasil dipadamkan, lanjutnya, ia langsung menghubungi Kapolsek Sungai Raya dan tidak lama kemudian polisi pun datang.

Atas peristiwa tersebut kata Dewi, hingga saat ini dirinya masih shock. Terlebih saat ini suaminya pun belum pulang dari luar kota. “Saya menduga teror bom melotop ini ada kaitannya dengan kasus pemukulanIni Alasan Akbar CS "Blanat" Sariansyah. Lanjut Baca ... » anak kami 2 pekan lalu, karena pelakunya sudah ditangkap oleh anggota Polsek Sungai Raya,” curiga Dewi

Sebelumnya, pada tanggal 29 Mei 2015 lalu sekitar Pukul 15.30 wib, T. Sultan (12) anak dari T. Rizal Asmar (51) dan Azijah Dewi (35) dianiaya oleh tetangganya Abdullah Ibrahim (58). Saat ini AI tetangga korban itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke penjara.

Kapolres Langsa AKBP Sunarya, SIK melalui Kapolsek Sungai Raya IPTU Nasrol kepada wartawan di ruang kerjanya membenarkan telah terjadi pelemparan bom melotov  tersebut. Dikatakannya bahwa usai pihaknya menerima laporan adanya insiden pembakaran, sekitar Pukul 04.00 wib dini hari dirinya beserta anggota didampingi anggota Koramil dan Geuchik Gampong Labuhan Kude Said Aripin langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami telah mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa 1 buah bom melotop yang tidak meledak dan beberapa pakaian yang telah terbakar,” ucap Kapolsek. Terhadap barang bukti (BB) yang ditemukan, sambungnya, sudah diamankan. Termasuk pemeriksaan saksi guna pengembangan lebih lanjut.

Ketika ditanya, apakah ada kaitannya teror bom dengan peristiwa penganiayaan sebelumnya, Kapolsek enggan berspekulasi. “Itu belum bisa disimpulkan, karena sedang kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,”  tandas Kapolsek. (Alam)

(dibaca 542 X)