Tingkat Konsumsi Ikan di Kalbar

| Share on Facebook
E

Gatot Rudiyono (foto:Novi)

Gatot : Kota Pontianak dan Kapuas Hulu Tertinggi

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Kepala Dinas  Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Ir. Gatot Rudiyono   menargetkan angka konsumsi ikan di Kalbar  adalah 35 kg perkapita pertahun. “Tahun lalu 30, naik ke angka 32 dan terus naik, itu target nasional,” ujar Gatot disela-sela kegiatan lomba masak serba ika di rumah Radank Pontianak, Selasa (19/08).

Terhadap peningkatan angka tersebut, Ia mengaku bersyukur. Sebab, kata dia, pada tahun 2008 silam Kalbar hanya mampu pada angka 24 kg perkapita. “Tapi sekarang sudah 32, artinya konsumsi itu makin lama makin meningkat itu lah yang kita harapkan,” tukasnya.

Untuk tahun depan, lanjut Kadis DKP Kalbar, diharapkan bisa  mencapai angka 35 kg perkapita. “Kota Pontianak dan Kapuas Hulu, daerah yang mengkonsumsi ikan tertinggi. Kota Pontianak sudah diangka 40, dan Kapuas Hulu 38,5 kg perkapita. Sementara yang rendah ada di beberapa kabupaten, seperti contohnya Kabupaten Kayong Utara,” sebut Gatot.

Menurut dia, daerah yang berada di wilayah pesisir tidak serta merta tingkat konsumsi ikannya juga akan tinggi. “Kayong Utara itu merupakan daerah pesisir, daerah pesisir kaya ikan, tidak berarti konsumsi ikannya tinggi. Itulah fungsi daripada FORIKAN bagaimana menyadarkan masyarakat, Ayo makan ikan !” ajak Gatot.

Kandungan omega 3 yang ada pada ikan, jelas Gatot, menjadi sumber yang bisa membuat cerdas. Selain itu,  ikan merupakan  sumber protein yang harganya jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan daging lainnya. “Sekali lagi, protein hewani pada daging dan ikan sama. Beda dengan tempe, karena tempe itu protein nabati,” jelasnya.

Sementara, untuk hasil tangkap dan budidaya ikan di Kalbar,  secara total  sudah mencapai angka 154 ribu kg pertahun. “Tetapi dari komposisi itu, banyaknya dari tangkap, sekitar 95 ribu kilogram,” tandasnya. (novi)

(dibaca 741 X)