Tinjau PLBN Aruk

| Share on Facebook
IMG-20170309-WA0020

Caption Foto : Gubernur KalbarDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » CornelisDianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi. Lanjut Baca ... » meninjau ruas jalan Sambas-Aruk, Kamis (9/3), selain itu Cornelis juga meninjau PLBN Aruk yang rencananya akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo. IST

Cornelis : Masyarakat Sambas Harus Siap Menjadi Eksportir

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis meminta Kabupaten yang dilewati jalur perbatasan dengan Malaysia agar mempersiapkan diri, sehingga nantinya bila pintu perbatasan lintas batas negara (PLBN) dibuka bisa bersaing, baik secara ekonomi dan sumberdaya manusia.

“Jangan sampai setelah PLBN dibuka dan Aruk jadi kawasan kepabeanan, nanti kita menjadi pasar bagi mereka (negara tetangga), makanya masing-masing kabupaten agar mempersiapkan diri, seperti Sambas dengan komoditi pertaniannya dan komoditi ekspor lainnya, karena Malaysia tidak menanam padi tapi membeli beras dari Thailand, ini peluang kita untuk mengembangkan bidang pertanian dan perkebunan,” ungkap Cornelis, sebelum meninjau PLBN Aruk Kabupaten Sambas, Kamis (9/3).

Cornelis sangat berharap bidang pertanian dan perkebunan menjadi andalan Kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia itu untuk lebih digalakan, ” Apa yang bisa kita jual ke Malaysia, kita jual, jadikan mereka pasar kita, sektor tanaman pangan perlu kita kembangkan, demikian juga sektor perikanan.” ujar Cornelis.

Orang nomor satu di Kalbar itu, usai memberi pengarahan di Musrenbang RKPD Kabupatrn Sambas, langsung menuju Aruk bersama beberapa Kepala Dinas dan Bidang terkait untuk memantau kesiapan Border Aruk yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo.

“Kita mau lihat PLBN Aruk, kalau sudah siap kita lapor Bapak Presiden karena beliau akan meresmikannya,” ujar Cornelis. Selain Aruk Sambas, PLBN Badau Kapuas Hulu juga masih dalam progres pengerjaan kontraktor. Cornelis juga meninjau jalan poros perbatasan dari Sambas menuju Aruk yang di beberapa titik masih dalam tahap pengerjaan, pantauan di lapangan di titik Sambas-Kartiyasa juga dalam tahap pembuatan turap dan penimbunan material di badan jalan. Selesai peninjauan Cornelis terlihat koordinasi dengan para pejabat terkait dan Kepala SKPD Provinsi Kalbar diruangan VIP di PLBN Aruk.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis PLBN Aruk, Manto, disela-sela mendampingi Gubernur Kalbar meninjau PLBN yang dibuat sejak tahun 2015 itu, untuk tahap pertama sudah finishing artinya PLBN sudah siap digunakan.

Data Kementerian PUPR menyebutkan, PLBN di Aruk, Kabupaten Sambas dan Nanga Bandau, Kapuas Hulu, pengerjaannya dimulai tahun 2015. Biaya yang terpakai untuk pembangunan PLBN Aruk sesuai kontrak tahun jamak adalah Rp 131,1 miliar. Sementara untuk PLBN Nangabadau berdasarkan kontrak tahun jamak biayanya adalah Rp 153,8 miliar. (humasprov/red)

(dibaca 235 X)