Tradisi Meriam Karbit Jelang Idul Fitri

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ratusan meriam kayu yang berjejer hampir di sepanjang tepian Sungai Kapuas menjadi kekhasan tersendiri bagi Kota Pontianak dengan daerah lainnya. Meriam tersebut bukan hanya sekedar pajangan belaka, namun bisa  mengeluarkan dentuman yang menggelegar dan memekakkan telinga bak meriam sungguhan apabila pemicunya disulutkan api.

Meriam karbit, demikian sebutannya oleh masyarakat Kota Pontianak. Permainan meriam karbit yang kemudian menjadi tradisi permainan rakyat secara turun temurun ini sudah dimulai sejak  puluhan tahun silam. Permainan meriah karbit biasanya digelar setiap menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Begitupun saat menyamut Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah/2013 M. Dentuman suara yang menggelegar dan bersahut-sahutan hingga mencapai radius beberapa kilometer kembali mengundang perhatian ribuan masyarakat Kota Pontianak hingga Wisatawan Mancanegara  untuk menyaksikan secara langsung dan lebih dekat dengan lokasi permainan pada rabu malam kemarin. Bahkan, ada diantara wisatawan asing yang sengaja datang ke Pontianak hanya untuk menyaksi event tahunan ini tak segan-segan  ingin mencoba menyulut meriam karbit.

(fauzi)

(dibaca 589 X)