Tutup Mata Praktik Monopoli, Pendemo Tuntut Manaf Dicopot

| Share on Facebook

demo peternak ayamLENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Ratusan masa yang tergabung dalam kelompok Peternak Ayam KalbarHari Pertama Kapolda Baru Kalbar Ngantor. Lanjut Baca ... » mendatangi DPRD Provinsi Kalbar dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar. Kedatangan aksi masa, guna meminta 2 lembaga tersebut untuk menghentikan praktik monopoli perdagangan pakan, bibit, dan daging ayam oleh pengusaha besar yang ada di Kalbar.

Wakil Ketua DPRD Kalbar Suriansyah, yang menerima aksi unjuk rasa berjanji akan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat. DPRD, kata dia, akan memanggil dinas terkait,  assosiasi pengusaha ayam dan telur, serta pengusaha ayam yang ada di Kalbar.

Di kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, para demonstran meletakan beberapa ekor bangkai ayam di depan kantor  yang dipimpin oleh Abdul Manaf.  Namun, peserta aksi gagal menjumpai sang Kadis, dengan alasan sedang tidak berada ditempat.   

Kendati kecewa, melalui sekretaris Perhimpunan Peternak Ayam Broiler Kalbar, Agus Suandi meminta Kadis Peternakan Manaf  untuk hadir dalam pertemuan di DPRD Provinsi Kalbar nantinya.  “Kalau dia tidak mau datang, jemput paksa Kadis tersebut,” ancam Agus.

Menurut dia, dalam lima bulan terakhir ini, para peternak berjuang namun tidak hasil tindak lanjuti atau tidak ada kejelasan dari assosiasi maupun Diswanak Provinsi Kalbar.

Dalam aksinya, ada 10 tuntutan yang disampaikan mereka. “Bubarkan AAP, Copot kedudukan Abdul Manaf Mustafa sebagai Kepala Dians Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Berantas praktek monopoli peternak ayam meliputi : DOC, Pakan serta Penggemukan dan Pemasaran di pasar Becek (Pasar Tradisional), Buka Kran Bibit Layer dari luar Kalbar, DPRD Kalbar selaku wakil rakyat harus jalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengawasan khususnya Komisi IV yang membidangi Peternakan”

(Syaiful)

(dibaca 390 X)