Wabup Aceh Timur Ingatkan Geuchik Mengenai Pengunaan Dana ADG

| Share on Facebook
Wabup

Wakil Bupati Aceh TimurMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... », Syahrul Bin Syama’un sedang menyematkan atribut kepada peserta yang terdiri dari Geuchik dan Tuha peut Gampong dalam acara Pembekalan Tugas bagi Geuchik dan Tuha Peut angkatan II di Aula gedung Serba Guna pendopo Id yang di saksikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur, M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.AP pada 18 April yang lalu.

LENSAKAPUAS, ACEH TIMUR – Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syamaun mengingatkan para geuchik dalam jajaran Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur agar mengelola Alokasi Dana Gampong harus dengan benar dan berhati-hati bila tidak ingin berurusan dengan pihak hukum atau berwajib, hal tersebut dikatakannya ketika membuka Acara Pembekalan Tugas Bagi Geuchik dan Tuha Peut Gampong dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur.Pada Rabu 18 Mei 2016.

Sejauh ini masih sekitar 30 persen dari 513 Gampong di Aceh Timur belum menyelesaikn Laporan pertangungjawaban Keuangan Dana Alokasi Gampong (LPJK ADG) Tahun 2015, salah satu contoh di Kecamatan Madat, dari 32 Gampong yang ada baru 16 Gampong yang menyelesaiakan LKPJ ADG, sementara setengahnya lagi belum memberikan laporan mengenia penggunaan Dana Alokasi Gampong.

Dalam kata sambutannya Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur, Safrizal, SH, M.AP mengatakan sebagaimana kita ketahui bersama bahwasannya para Geuchik merupakan pemimpin pemerintah terendah di tingkat Gampong yang menjadi ujung tombak pelaksanaan pemerintahan, begitu juga halnya dengan Tuha peut Gampong yang memilikki tugas dan fungsi masing-masing sehinga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam dalam menjalankan roda pemerintahan di tigkat Gampong. Selama ini kita mendegar banyak Geuchik tidak sejalan dengan Tuha Peut Gampong terutama dalam pengelolaan Alokasi Dana Gampong yang tidak bisa dipertangungjawabkan secara terperinci bahkan tidak tepat sasaran “ jadi saya ingatkan dalam pengeloaan ADG ini para Geuchik jangan sampai salah sasaran apalagi salah peruntukan yang mana diperuntukan bagi kepentingan orang banyak dipergunakan untuk kepentingan pribadi atau kroni-kroni ddi Gampong dan apabila hal ini terjadi geuchik siap-siap untuk di bui karena ADG ini pelaksanaannya tidak luput dari pengawasan hukum, baik itu dari pihak Kepolisian, Kejaksaan maupun badan pengawasan Keuangan seperti BPK atau Inspektorat” ujarnya.   

“jadi indikasi masih adanya gampong yang belum memberikan LKPJ ADG disebabkan tidak bias dipertangungjawabkannya pengunaan dana ADG tersebut dengan baik apalagi ada perangkat Gampong yang tidak cocok hubungan dikarenakan pengunaan dana ADG bukan untuk kepentingan masyarakat akan tetapi lebih banyak diperuntukan bagi kepentingan pribadi maupun kroni-kroni di Gampong” tegasnya.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwasannya untuk mencapai perubahan sistim pelayanan publik Kearah yang lebih baik terhadap kualitas pelayanan publik di tingkat Gampong serta untuk mempercepat jalannya fungsi pemerintahan, pembangunan dan keasyarakatan, maka sudah tentu dibutuhkannya aparatur gampong yang memiliki kualitas kemampuan managerial yang professional dalam penyelengaraan pemerintahan di tingkat Gampong, oleh sebab itu transparan dan akutanbilitas dalam melaksanakan roda pemerintahan di tingkat Gampong sangatlah diperlukan apalagi yang menyangkut dengan keuangan yang bias merugikan masyarakat dan Negara oleh sebab itu diingatkan kepada para Camat untuk segera mmenegur apabila di jumpai ketidak cocokan antara perangkat Gampong sekaligus juga meningatkan para Geuchik untuk segera menyelesaikan Pertangungjwaban keuangan Dana Alkoasi Gampong agar bias segera mengusulkan ADG untuk Tahun 2016 ini.

Sementara itu Usman Abdullah, S. Sos.I selaku Kabag Pemerintahan Mukim Gampong Setdakab Aceh Timur dalam laporannya mengatakan untuk Tahun 2016 ini seluruh geuchik dan Tuha Peut yang berada di 24 Kecamatan dalam kabupaten Aceh Timur sudah mendapatkan Pembekalan Tugas dengan cara bertahap pelaksanaannya yakni sebanyak tiga anggkatan dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari unsure Pemerintah Aceh Timur yang terkait yang juga turut dihadiri oleh para Camat dari 24 Kecamatan yang ada serta Kepala SKPK yang terkait dalam hal ini. (Alam/Mmg)

(dibaca 155 X)