Warga Balai Karangan Sukarela Serahkan Senpi Rakitan

| Share on Facebook
LENSAKAPUAS,  PONTIANAK – Satgas Kodam XII/Tanjungpura kembali mendapatkan senjata api rakitan laras panjang yang diserahkan secara sukarela oleh warga Dusun Balaikarangan III, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat yaitu Sdr. Yoan sebanyak dua pucuk senjata api rakitan jenis lantak.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura Kolonel Inf Tri Rana Subekti, S.Sos., saat memberikan keterangan persnya di Media Center Kodam XIITanjungpura,  Jalan Teuku Umar No. 47, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (25/1/2018) siang.

Menurut keterangan yang diberikan kepada Kapendam XII/Tpr,  senjata api rakitan jenis lantak tersebut adalah peninggalan kakek dari saudara Yoan yang sudah meninggal dunia dan selama ini disimpan di gudang serta tidak pernah dipergunakan.

“Jadi tim Satgas Kodam XII/Tanjungpura mendapatkan informasi dari seorang tokoh masyarakat dan tokoh adat melayu di Dusun Balaikarangan IV tentang kepemilikan Senjata Api Rakitan di Dusun Balai Karangan III, setelah itu pukul 12.00 WIB Tim Satgas menuju ke Kediaman Sdr. Yoan untuk mendapatkan Informasi langsung dari yang bersangkutan,” Jelas Kapendam XII/Tpr

Lanjut Kapendam menjelaskan, setelah di tanyai, saudara Yoan mengakui memiliki Senjata Api Rakitan jenis Lantak tersebut sebanyak dua pucuk, dan bersedia menyerahkannya kepada Tim Satgas Kodam XII/Tanjungpura secara sukarela dengan meminta syarat yang bersangkutan tidak diproses secara hukum atas kepemilikan senjata api tersebut.

Tepat pukul 13.00 WIB senjata api jenis lantak tersebut diserahkan kepada Sertu Dian Bagus anggota Tim Satgas Kodam XII/Tanjungpura di kediaman saudara Yoan, Dusun Balai Karangan III, Desa Balaikarangan, Kecamatan Sekayam, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat

“Sebenarnya, pemilik senjata api tersebut (sdr. Yoan) sudah lama ingin menyerahkan senjata api tersebut, karena dirasa memberikan rasa kecemasan dikarenakan kekhawatiran akan membahayakan keluarganya maupun masyarakat sekitar, namun yang bersangkutan mengakui takut diproses secara hukum,” tutur Kapendam XII/Tpr.

“Kesadaran saudara Yoan, menyerahkan senjata api rakitan patut dijadikan panutan positif untuk masyarakat Kalimantan Barat umumnya, karena kepemilikan senjata api yang tidak sesuai dengan hukum dan undang-undang adalah Ilegal,” tegas Kapendam XII/Tpr Kolonel Inf Tri Rana Subekti, S.Sos. mengakhiri.

(dibaca 0 X)