Warga Belitang Hulu Keluhkan Jalan Poros Rusak Berat

| Share on Facebook

jalan hancur

Ket Foto: Kanan – Mobil Avanza milik Suratmin warga Tabuk Hulu, dan truk pengangkut sembako amblas di kubangan Lumpur. (ft. joy)

LENSAKAPUAS, SEKADAU – Warga di Kecamatan Belitang Hulu umumnya mengeluhkan jalan poros rusak pasca curah hujan tinggi sejak beberapa bulan terakhir ini. Terparah, ruas Jalan Sungai Buaya Dusun Bak Merat menuju kota Kecamatan Balai Sepuak Kecamatan Belitang Hulu. Bahkan, sejak dua pekan terakhir ini puluhan truk sembako dan truk pengangkut buah kelapa sawitPeluang Pengadilan Jalanan Terbuka Lebar. Lanjut Baca ... » maupun mobil keluarga yang melintas kerap terjebak dan amblas, terutama di titik jalan beton yang telah hancur dan hanya tinggal tanah itu.

“Tahun ini parah jalan kita. Sebab hujan terus, truk sawit semakin hari semakin banyak, kondisi jalan tidak mampu menahan beban berat, belum lagi truk pengangkut sembako. Akibatnya, mobil saya yang kecil saja amblas,” ujar Suratmin ketika ditemui saat mobilnya amblas belum lama ini.

Pantauan di lapangan, ada beberapa truk angkutan sembako dari Sekadau dan Pontianak terjebak macet karena mobil Avanza yang terperosok ke kubangan, jalan menuju Balai Sepuak Kecamatan Belitang.

Kondisi itupun dikeluhkan Aoon, sopir truck yang terjebak kubangan lumpur. “Sudah 4 jam tak bisa lewat. Lobang besar dengan panjang 50 meter itu membuat mobil Avansa terperosok tepat di tengah badan jalan, jadi tak bisa jalan lagi,” kesal Aoon.  Jalur itu saja, sambung dia, bisa memakan waktu satu hari satu malam untuk bisa sampai ke Balai Sepuak.

Dijelaskannya, bahwa sepanjang jalan tersebut setidaknya ada tiga titik terparah yang bisa menyebabkan amblas. “Pertama kurang lebih 200 meter dari simpang SP 8 menuju Desa Kumpang Ilong, titik kedua pertengahan Kampung Sungai Buaya Balai Sepuak, dan titik ketiga yang paling parah berada kurang lebih 100 meter dari kantor Polsek Belitang Hulu,” sebut Aoon.

Hal senada juga diungkap seorang warga yang melintas, Hartini. “Tak pernah saya lihat jalan rusak separah sekarang, hampir tidak ada jalur yang bisa dilewati,” ujarnya sembari mencongkel lumpur yang melekat di ban sepeda motornya.

Secara terpisah, Kapala Desa  Balai Sepuak Andrianus membenarkan banyaknya jalan rusak di wilayahnya. Dari ibu kota kabupaten menuju desanya Balai Sepuak, kata dia, sudah semakin parah. “Akhir – akhir ini warga mengeluhkan, jalan menuju Kecamatan Belitang Hulu rusak berat.  Sepajang jalan terlihat kubangan lumpur hingga 20 meter  dengan kedalaman mencapai lutut orang dewasa,”  beber Kades.

Menurut dia, pihaknya bersama aparat kecamatan sudah meminta bantuan kepada pihak perusahaan yang berada di kawasan jalan yang rusak itu, agar segera melakukan penimbunan. “Namun sampai hari ini belum ada respon pihak perusahaan,” tukas Andri sapan akrapnya.

Untuk diketahui, bahwa kondisi jalan di wilayah tersebut memang sudah mendesak untuk segera ditangani lebih serius. Paling tidak, dilakukan penimbunan dan pengerasan sementara. Apabila dibiarkan lama, tidak menutup kemungkinan truk sembako menuju balai sepuak tersendat terparah kondisi jalan menyebabkan kenaikan harga sembako.

Sementara, untuk Jalur Desa Balai Sepuak menuju Desa Tabuk, Desa Mengaret dan Desa Bukit Rambat dan desa Mengaret juga rusak berat. Begitu juga poros jalan dari Desa Balai Sepuak menuju Desa Pakit Mulau, Terduk Dampak, Sungai Antu dan Sebetung juga mengalami kerusakan berat disejumlah titik.

Warga pun berharap pihak perusahaan perkebunan yang berinvestasi di wilayah tersebut untuk bisa turut andil memperbaiki kerusakan jalan pasca musim hujan. “Ya, paling tidak ditimbunkah apa jalur yang dalam. Perusahaan juga yang ikut kesulitan menempuh jalur jalan kita ini,” saran warga Belitang Hulu. (Joy/Red)

(dibaca 189 X)