Warga Kalbar Konsumsi Gula Rafinasi Ribuan Ton

| Share on Facebook
Konpress Gula

Syarif Usman Almuthahar gelar Konpress Gula (foto:cece)

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Ribuan ton gula ratifikasi yang beredar di Kalbar menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Kalbar, Syarif Usman Almuthahar, adalah berasal dari luar negeri yang masuk melalui perbatasan Entikong Malaysia. Kalbar dengan jumlah 4,400 ribu jiwa, setiap orang mengkonsumsi 1,28 Kg per bulan.

Di totalkan, antara 5500 hingga 6000 ton setiap bulannya yang dikonsumsi masyarakat Kalbar. “Tapi ternyata, 20 bulan yang sudah lampau dan ditambah lagi Januari dan Februari 2014 ini, banyak beredar gula gelap yang tidak layak di konsumsi di Kalbar,” ujarnya Rabu (12/2). Masuknya gula illegal ini kata dia, akibat tidak adanya kartu kendali. Yang memang dikondisikan oleh para pemain gula illegal, sehingga peredarannya tidak terdeteksi.

Jika terus dibiarkan berlarut-larut kata Syarif Usman Almuthahar, maka seluruh warga di Kalbar ini mengkonsumsi gula yang tidak layak konsumsi. Gula ratifikasi tersebut, hanyalah untuk pabrik pembuat kecap dan sebagainya. Di kalbar sendiri tidak punya pabrik gula dan juga ladang tebu, jadi dari mana gula-gula tersebut beredar untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. “Ini sangat membahayakan masyarakat, jika tidak ditanggulangi dengan cepat maka siapa yang akan bertanggungjawab. Pihak kepolsian dan instansi terkait, melakukan razia besar-besaran di toko yang menjual gula ratifikasi,” pinta dia.

Ketua Apegti ini juga meminta kepada pemerintah, Gubernur, kepolisian, masyarakat dan LSM untuk bersama-sama membasmi gula-gula gelap yang beredar di kalbar ini. Setiap hari Apegti kata dia, selalu menghimbau pada masyarakat, agar membeli gula yang layak konsumsi.

Apalagi, Polda KalbarTruck Fuso Pengangkut Lelong ditangkap Petugas. Lanjut Baca ... » juga sudah sering melakukan penangkapan masuknya gula illegal dari perbatasan, barang bukti berupa gula mencapai 1000 ton, hingga tempat penyimpanan barang bukti untuk gula sudah tidak muat lagi. Menurut dia, untuk kategori layak dan tidak layaknya gula yang beredar dimasyarakat untuk dikonsumsi, hanya bisa dilakukan pengecekan melalui laboratorium. (cece)

(dibaca 664 X)