Wartawan Kalbar Demo Diknas’ Tuntut Oknum Kepsek Diproses

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Ketua Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesa (HIPSI) Kalimantan Barat Usman Abulung Al Banjari mengecam tindakan main hakim sendiri yang dilakukan terhadap salah satu wartawan media lokal di Pontianak belum lama ini oleh Kepala Sekolah SMPN 19 Kota Pontianak. Untuk itu, bersama sejumlah awak media lainnya, pada Selasa (16/12) Hipsi Kalbar melakukan aksi ke kantor Diknas Kota.

“Aksi yang dilakukakan saat ini, karena adanya pemukuilan yang dilakukan oknum Kepala Sekolah SMP Negeri 19 Pontianak, Santoso terhadap wartawan,” kata Usman.

Ia enggan berspekulasi terhadap jati diri wartawan yang menjadi korban tersebut. “Entah wartawan bener atau wartawan bodrek saya tidak tau, judulnya yang saya bela ini wartawannya, jadi bukan manusianya. Profesi wartawannya, dimana kepala sekolah ini dengan tidak santun, melayangkan tinju, lantas memberikan sejumlah uang untuk berdamai,” terang Usman.

Menurut penuturan korban, lanjut Usman, terjadi pemukulanIni Alasan Akbar CS "Blanat" Sariansyah. Lanjut Baca ... » itu berawal dari  investigasi dan proses wawancara yang dilakukan korban dengan Kepsek. “Saya kurang tahu pastinya, yang saya tau ada pemukulan, disusul juga dengan pemukulan murid kelas 9 oleh oknum guru di sekolah yang sama,” tukasnya.

Dijelaskannya, unjuk rasa ini yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk ‘shock teraphy’,  efek jera bagi tiap pelaku kekerasan terutama terhadap wartawan dan anak-anak. “Kami di Dinas PendidikanDiknas Kota Tertutup, Ortu Bertanya. Lanjut Baca ... » kota di temui oleh Ibu Rahmaniar Kabid Dikdas. Dalam pertemuan, ibu Rahmaniar berjanji akan menindak oknum guru tersebut, tapi kita liat aja nanti, kalau tidak ada penindakan khusus terhapak oknum Kepala Sekolah SMP N 19  itu, kita akan adakan demo besar-besaran,” tandas Ketua Hipsi Kalbar. (novi)

(dibaca 798 X)