Yansen – Sahar Terzalimi, Blunder KPU Sekadau

| Share on Facebook

laporan ke polres dan aduan ke dprd

Ketua DPRD : Demi Stabilitas Tetap Kondusif, Hari Senin Rapat

LENSAKAPUAS, SEKADAU – Keluarnya Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) No : 74/Kpts/KPU-Kab/019.435718/2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sekadau Tahun 2015 menjadi ‘blunder’ bagi lembaga penyelenggara Pilkada di Bumi Lawang Kuari.  Pasangan Yansen Akun Effendy, S.H., M.Si, M.H. –  H. Saharudin, S.Ag, M.Si yang tidak terima atas diskualifikasi oleh KPU itu siap melakukan serangan balik dengan dasar dan bukti-bukti yang kuat.  

Sebagai bentuk keseriusannya, pada Jumat (28/08) siang Yansen bersama pasangan wakilnya H. Saharudin melaporkan dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan KPU ke Polres dan menyampaikan aspirasinya sebagai perwujudan hak partisipasi masyarakat kepada lembaga perwakilan rakyat di DPRD. 

Kepada Penyidik Polres, H. Saharudin mengulas kronologis pengurusan LHKPN dirinya di KPK. Ia mengakui bahwa sudah 3 kali mengurus syarat berkas itu di lembaga anti rasuah di Jakarta.  Hanya saja, form yang disi pada kali pertama dan kedua itu masih bentuk Form A, sementara untuk Form B pada tanggal 18 Agustus 2015. Selanjutnya, karena ranahnya masih sengketa pilkada, Penyidik Polres mengarahkan kepada dia untuk melapor di Gakumdu Panwas. Setelah dibahas bersama oleh Gakumdu, pelanggaran pidana dilimpahkan ke kepolisian, pelanggaran administratif ranahnya KPU, dan pelanggaran  kode etik ke DKPP.         

Secara terpisah, Bakal Calon Bupati Yansen Akun Effendy yang mendatangi rumah wakil rakyat di komplek Perkantoran Pemkab  membeberkan fakta yang ia dan pasangan wakilnya H. Sahar alami kepada unsur pimpinan dan Komisi A DPRD. Dalam sesi dialog,  Yansen mengulas balik kronologis baca juga> Dicecar Yansen Soal Tanda Terima LHKPN  hingga diajukan persengketaan oleh pihaknya ke Panwaslu Kabupaten. 

Dalam rapat  terbatas di ruang Ketua DPRD antara Yansen dengan Pimpinan dan Komisi A DPRD itu, dihadiri oleh Ketua Dewan Albertus Pinus (PDI Perjuangan),Wakil Ketua Hendi (Gerindra), Wakil Ketua Komisi A Subandrio (Nasdem), Hermanto (PDI Perjuangan), Indra Brata (PKPI), Muhammad (PAN), Husin (Gerindra), David (Hanura), Jepray Raja Tugam (Demokrat), dan Sekretaris Dewan (Sekwan) Nurhadi. “Unsur pimpinan ada, dan dari Komisi A hanya 2 orang anggota yang tidak hadir,” ujar Subandrio seraya menjelaskan bahwa kedua anggota komisinya yang absent karena sedang ada urusan di luar kantor.

Satu persatu anggota DPRD yang hadir bersuara dan sepakat untuk segera menindaklanjuti laporan Yansen. “Karena ruang waktu yang diberi undang-undang terbatas, maka laporan Bapak hari ini akan segera kita tindak lanjuti, Hari Senin nanti akan kita surati KPU dan Panwaslu dan kita akan lansung lakukan Rapat Dengar Pendapat,” tegas Pinus.

Pentingnya segera ditindaklanjuti, kata Pinus, demi kebaikan bersama agar tetap terjaganya penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Sekadau  yang aman, damai, dan kondusif. “Kita tidak ingin hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan yang sudah kondusif,” harap Ketua DPRD.

Usai pertemuan, Ketua DPRD itu memerintahkan kepada Sekwan untuk memenuhi permintaan Yansen terhadap bukti surat pengunduran diri dari salah satu calon yang telah ditetapkan KPU sebagai peserta Pilkada  Sekadau 2015. “Kami yang hadir saat ini berasal dari lintas partai. Meskipun calon yang diusung berbeda, ini sebagai bentuk transparansi dan akuntalibilitas  lembaga (DPRD red) serta profesionalitas dan netralitas kami sebagai wakil rakyat,” tandas Pinus. (Novi)

(dibaca 685 X)