Cornelis Himbau Kontraktor Kalbar Tingkatkan Profesionalisme

| Share on Facebook

Askonas2

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengimbau para kontraktor yang ada di Kalbar agar meningkatkan profesionalismenya dalam menyelesaikan berbagai proyek pembangunan di Kalimantan Barat. Hal ini dimaksudkan agar kontraktor di Kalbar juga bisa menunjukan mutu kerja yang tidak kalah dengan daerah luar Kalbar.

“Di era persaingan bebas ini, kontraktor dari daerah mana saja bisa mendapatkan proyek pembangunan di Kalbar. Jika kontraktor asal Kalbar tidak mau meningkatkan profesionalismenya, maka jangan marah kalau banyak tender proyek pembangunan dimenangkan oleh kontraktor dari luar,” kata Cornelis, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah II, Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Kalbar di Pontianak, Selasa (16/5).

Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Kalbar menggelar Rapat Kerja Daerah II dihadiri 14 DPC dari seluruh kabupaten di Kalbar, ini juga dihadiri beberapa ketua asosiasi kontraktor lainnya yang ada di Kalbar.

RAT II Askonas Kalbar mengangkat tema, Kita Tingkatkan Profesionalisme dan Kompetisi Pelaku Jasa Konstruksi Guna Mewujudkan Industri Konstruksi Yang Berkualitas.

Cornelis menjelaskan, kontraktor pelaksana proyek merupakan entitas hukum atau individu yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan keahliannya. Atau dalam definisi lain menyatakan bahwa perusahaan yang penawaran harganya telah diterima dan telah diberikan penunjukan surat serta menandatangani surat perjanjian dengan pemberi tugas pekerjaan pemborongan sehubungan dengan pekerjaan proyek, untuk itu kata Mantan Bupati Landak itu, profesionalisme seorang kontraktor diperlukan, karena kontraktor bersama konsultan menentukan kualitas proyek yang dikerjakan,” tuturnya.

Jika kerja konsultan dan kontraktor asal-asalan, lanjutnya, maka kualitas proyek juga akan buruk. “Kalau kerja kontraktor bagus tentu dia akan dicari banyak pihak, tidak hanya proyek pemerintah, tetapi juga proyek swasta. Karena kenyataan dilapangan, banyak proyek swasta yang mencari kontraktor dari luar, padahal kontraktor kita banyak dan ini tentu menjadi tantangan bagi Askonas Kalbar,” ungkap Cornelis.

Hal penting lain yang harus dimiliki oleh kontraktor Kalbar ialah mampu bernegosiasi dengan baik untuk memenangkan suatu proyek pembangunan yang ada. “Untuk itu, kemampuan bernegosiasi juga harus dikembangkan, dalam hal ini penampilan harus bisa meyakinkan. Ini juga tentu harus bisa dibahas dalam rakorda ini, karena saya juga tidak mau banyak proyek kita dikerjakan oleh pihak luar,” tuturnya.

Jika banyak proyek pembangunan dikerjakan oleh kontraktor luar, kata Cornelis, maka pajak dari pengerjaan proyek itu tidak terserap oleh kas daerah. Orang nomor satu di Kalbar itu sudah sampaikan kepada presiden, jika banyak proyek pembangunan di daerah dikerjakan oleh kontraktor luar atau BUMN, maka pengusaha di daerah bisa mati kutu. Apalagi pajaknya tidak masuk ke daerah, tetapi masuk ke kas daerah asal pemenang proyek.

(dibaca 177 X)