Dianggap Fitnah, Gubernur Kalbar Lapor Balik Jinku Ke Polisi

| Share on Facebook
Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH didampingi Kuasa Hukumnya, Andel, SH, MH, Usman Juntak, SH, MH dan Martinus Ekok, SH, MH memberikan keterangan pers usai membuat laporan di Dit Reskrimum Polda Kalbar

Gubernur KalbarHari Pertama Kapolda Baru Kalbar Ngantor. Lanjut Baca ... », Drs. Cornelis, MH didampingi Kuasa Hukumnya, Andel, SH, MH, Usman Juntak, SH, MH dan Martinus Ekok, SH, MH memberikan keterangan pers usai membuat laporan di Dit Reskrimum Polda Kalbar

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Gubernur Kalimatan Barat, Drs. Cornelis, MH didampingi 3 orang kuasa hukumnya, Andel, SH, MH, Usman Juntak, SH, MH dan Martinus Ekok, SH, MH melaporkan balik  Yustinus Jhoni Tampupolon alias Jinku warga Bodok, SanggauSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... », yang sebelumnya telah lebih dulu melaporkan dirinya ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan penyiraman air kopi dan penodongan senjata api jenis pistol pada tanggal 26 september 2013 di Pasar Bodok, Sanggau, Kalbar. “Saya merasa telah difitnah dan tuduhan itu tidak benar,” ujar Cornelis usai membuat laporan di ruang Dit Reskrimum Polda Kalbar, Rabu (02/10/2013).

Selain itu, kata Cornelis melanjutkan, “Jinku telah meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Jakarta. Sedangkan saya merasa tidak pernah mengintimidasi dan mengancam yang bersangkutan,” tambahnya.

Ia menuturkan, sebenarnya dirinya tidak ada niat sedikitpun ingin melaporkan Jinku ke pihak kepolisian. “Namun, sebagai warga negara yang taat hukum, maka saya menggunakan hak hukum saya untuk melaporkan yang bersangkutan.”

Atas persoalan tersebut, Cornelis meminta kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. “Laporan terhadap Yustinus Jhoni Tampupolon alias Jinku berdasarkan ketentuan 310 KUHP dan pasal 316 KUHP dengan ancaman penjara 9 buln dan ditambah 1/3 sehingga ancaman pidananya 1 tahun penjara,” jelas Cornelis.

(novi)

 

 

(dibaca 1611 X)