Gelar Pangan Nusantara Ke-2, Pemprov Kalbar Pacu Ketahanan Pangan Lokal

| Share on Facebook

Angkat Bersa Bersama Dewan Ketahanan Pangan

LENSAKAPUAS, PONTIANAK –  Gelar Pangan Nusantara (GPN)  ke-2 yang diselenggarakan pada tanggal 4 – 7 Agustus 2016 lalu di rumah Radank Pontianak dengan tema “Pangan Lokal Penggerak Ekonomi Daerah dan Kemandirian Pangan”. Peringatan GPN ke-2  tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Cristiandy Sanjaya yang terselenggara atas kerjasama Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dengan Badan Ketahanan Pangan Prov Kalbar.

“Dalam pameran ini akan ditampilkan aneka ragam pangan segar dan olahan yang berasal dari sumber daya lokal di seluruh nusantara.  Melalui gelar pangan nusantara yang diikuti oleh 33 provinsi seluruh Indonesia diharapkan dapat mengangkat potensi pangan lokal yang ada di daerah guna mendukung kemandirian dan kedaulatan pangan,”  ujarnya.

Bersamaan dengan even  acara puncak GNP ke-2, juga diadakan launching Toko Tani Indonesia (ITT)  se -Kalimantan Barat,  dengan 8 Gapoktan yang memasok 16 TTI yang tersebar di 7 kabupaten dan kota. Komoditas pangan yang tersedia di bazar TTI GPN diantaranya adalah beras, minyak goreng,  bawang merah,  bawang putih, cabe dan gula pasir. Adapn salah satu fungsi TTI adalah untuk menjaga pasokan pangan dan stabilitas harga, yang pada akhirnya diharapkan dapat membentuk struktur pasar baru. Melalui TTI tidak hanya akan membantu masyarakat mendapatkan harga pangan yang murah,  tetapi juga berperan sebagai wadah komunikasi,  konsultasi, dan distribusi bahan pangan yang dibutuhkan TTI Kalimantan Barat.

Dalam rangkaian kegiatan Gelar Pangan Nusantara ke – 2 tersebut, juga  dilaksanakan beberapa agenda penting diantaranya :

  1. Penyerahan hasil kesepakatan Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan, yang merupakan wadah koordinasi dan merumuskan kebijakan serta kegiatan  yang telah di sepakati untuk dilaksanakan para pimpinan daerah (bupati/walikota)  selaku Dewan Ketahanan Pangan di daerah masing-masing.
  2. Pembacaan dan penyerahan rumusan workshop “peran pemerintah daerah untuk mendukung penguatan cadangan pangan menuju kemandirian pangan”.

Melalui beberapa kegiatan itu diharapkan pemerintah daerah beserta stakeholder terkait akan lebih meningkatkan perhatian dan motivasinya dalam mensukseskan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan.

(dibaca 391 X)