ICW : Kunjungi koruptor, Pansus Angket bermain sandiwara melawan KPK

| Share on Facebook
Ft.antikorupsi.org

Ft.antikorupsi.org

LENSAKAPUAS, JAKARTA – Hari ini sejumlah anggota Pansus Hak Angket DPR untuk KPK mengunjungi narapidana kasus korupsiLaki Kalbar Desak Kejati Usut Kasus Perumahan Khusus Rakyat. Lanjut Baca ... » (koruptor) di Sukamiskin dan Pondok Bambu. Sejumlah napi korupsi hendak diwawancari perihal kinerja penanganan perkara oleh KPK.

Mewancarai koruptor patut diduga sebagai skenario menciptakan kampanye negatif kepada KPK ( black campaign). Sudah dapat ditebak, sebaik apapun kinerja KPK, jika narasumbernya adalah koruptor pasti penilaiannya jelek kepada KPK. Mewawancari koruptor untuk menilai KPK adalah sebuah pemufakatan jahat untuk mendeskreditkan KPK.

Secara hukumViktor : PERADI Dibentuk Berdasarkan UU Advokat. Lanjut Baca ... », seluruh terpidana korupsi yang berkekuatan hukum tetap sudah terbukti melakukan kejahatan korupsi. Pada saat yang sama, vonis bersalah tersebut membuktikan kinerja KPK sudah benar. Jika saja proses hukum yang dilakukan KPK keliru atau menyimpang, tentu putusannya akan bebas atau lepas. Apalagi sekarang ada tahapan pra peradilanViktor : PERADI Dibentuk Berdasarkan UU Advokat. Lanjut Baca ... » untuk menilai keabsahan proses hukum yang dilakukan oleh penegak hukum termasuk di dalamnya KPK.

Jika setiap tahapan proses hukum yang dilakukan oleh KPK sudah diuji oleh peradilan akan dinilai oleh pansus dan koruptor, maka sudah ditebak kunjungan pansus akan bermuatan politis. Sukamiskin dan pondok bambu akan jadi panggung sandiwara pansus untuk mencari cari kesalahan KPK yang dibumbui cerita koruptor. Ini jelas adalah kolaborasi koruptor dan pansus hak angket untuk melemahkan bahkan membubarkan KPK. Red

(dibaca 29 X)