Lama ngendap di Polsek, Korban Pemalsuan KTA Koperasi Plasma Ngadu ke Polres

| Share on Facebook
ft aduan koperasi

Ket Foto – Kiri : KTA Koperasi diduga palsu, Kanan : Hermanto Sekretaris DPK LP3K-RI Kayong Utara

LENSAKAPUAS, KAYONG UTARA –  Sekretaris Dewan Perwakilan Kabupaten (DPK) Lembaga Penyelidikan Pengawasan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LP3K-RI) Kab. Kayong Utara Hermanto meminta, kasus pemalsuan/penggandaan Kartu Tanda Anggota(KTA) Koperasi Petani SawitPeluang Pengadilan Jalanan Terbuka Lebar. Lanjut Baca ... » Adil Sejahtera Desa Batu Barat Kec. Simpang Hilir Kab. Kayong Utara yang diduga dilakukan oknum berinisial RN diproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan  yang berlaku.

Kasus tersebut, kata dia, sudah lama dilaporkan. “Ada 2 kasus yang dilaporkan ke Polsek Simpang Hilir dulu, salah 1 satu korban yang pernah melapor bernama Seleman (51) warga Desa Batu Barat, tetapi sampai saat ini kasus itu terkubur. Diduga kuat tidak ada proses hukum terhadap pelaku. Diduga penegak hukum tutup  mata dan tidak berani mengungkap kasus ini,” kata Hermanto.

Pernyataan Hermanto itupun dibenarkan oleh Kepala Desa Batu Barat Ibnu Hajan, SSos. “Memang ada warga saya bernama Seleman dan Hasan yang menjadi korban indikasi pemalsuan (KTA) Plasma, dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah yang dilakukan oleh oknum pelaku berinisial RN. Kasus ini terjadi pada akhir tahun 2016 dan pernah dilaporkan ke Polsek Simpang Hilir, cuma sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari Polsek terkait nasib yang  menimpa korban,” ulas Kades Ibnu.

Untuk itulah, lanjut Ibnu, makanya korban baru-baru ini berinisiatif melaporkan kembali kasus tersebut ke Polres.  “Supaya ada kejelasan proses hukum lebih lanjut,” ucapnya.

Sebagai pimpinan wilayah desa setempat, Kades Ibnu Hajan berharap agar dalam proses penegakan hukum berjalan secara prosedural. “Yang benar dibenar kan, kalau yang salah tolong diproses,” pinta  Kepala Desa Batu Barat.

Secara terpisah, Kapolres Kayong Utara AKBP Arief kurniawan mengklarifikasi, bahwa sudah ada laporan beberapa orang yang merasa dirugikan, dengan terlapor atas nama RN. “Kita sudah buat laporan pengaduannya, dan masih dalam proses penyelidikan. Kita akan kumpulkan alat bukti maupun barang bukti yang ada terkait kasus menimpa korban. Kalau memang ada indikasi terpenuhi, akan kita lanjutkan ke tahap  penyidikan,” tegas Kapolres. (Tom/red)

(dibaca 134 X)